22 November 2013 - 00:00
Sayyid Muqtada Sadr Serukan Ulama Ahlus Sunnah Berlepas dari Al Qaeda

"Sampai saat ini kami belum mendapat jawaban dan tanggapan dari saudara kami ulama Ahlus Sunnah yang berupa pernyataan bara'ah [berlepas diri] dari aksi terorisme kelompok Al Qaeda yang semakin meraja lela merenggut nyawa warga-warga sipil yang tidak berdosa. Namun kami yakin, terlibatnya ulama baik dari kalangan Syiah maupun Sunni dalam masalah ini dapat mengurangi ketegangan dan insya Allah bisa diredam untuk kepentingan semua pihak."

Menurut Kantor Berita ABNA, Sayyid Muqtada Sadr salah seorang tokoh Syiah Irak merasa optimis konflik yang memanas di Timur Tengah akan mereda dengan keterlibatan ulama-ulama Ahlus Sunnah yang berlepas diri dari kekerasan yang telah dilakukan jaringan teroris Al Qaedah dan memfatwakan haramnya saling menumpahkan darah antara Sunni dan Syiah. Tokoh Syiah Irak tersebut berkata, "Sangat memungkinkan terjadi, ulama Ahlus Sunnah atas kekhawatiran akan merebaknya teror dan aksi kekerasan dari kelompok Al Qaeda bekerjasama dan sepakat dengan ulama-ulama marja Syiah untuk berupaya keras mewujudkan perdamaian dan mencegah fitnah untuk saling memerangi satu sama lain."

Salah seorang pengikut Muqtada Sadr yang menulis surat dan menanyakan kepadanya, sikap Muqtada Sadr atas aksi penghinaan dan pelecehan yang dilakukan sejumlah oknum Syiah terhadap tokoh-tokoh yang diagungkan Ahlus Sunnah, dijawab dengan tegas haram hukumnya melakukan hal tersebut. Ditegaskannya pula, hal paling mendesak saat ini adalah terwujudnya persatuan umat Islam, sehingga siapapun pihak yang melakukan hal-hal yang dapat memicu perselisihan dan semakin memperlebar jurang perbedaan antar mazhab-mazhab Islam berada diluar jalur perjuangan Islam.

Sayyid Muqtada Sadr menyampaikan terimakasihnya atas fatwa Syaikh Rafi ar Rafai Mufti Ahlus Sunnah Irak dan Syaikh Abdul Malij al Sa'idi Pimpinan Komunitas Ahlus Sunnah Irak yang telah memfatwakan haram hukumnya menumpahkan darah pengikut Syiah menyusul fatwa ulama marja Syiah Irak yang mengharamkan darah Ahlus Sunnah untuk ditumpahkan. Beliau turut meminta agar ulama-ulama Ahlus Sunnah juga berani untuk berlepas diri dari kelompok Al-Qaeda dan mengecam aksi-aksi kekerasan mereka.

"Sampai saat ini kami belum mendapat jawaban dan tanggapan dari saudara kami ulama Ahlus Sunnah yang berupa pernyataan bara'ah [berlepas diri] dari aksi terorisme kelompok Al Qaeda yang semakin meraja lela merenggut nyawa warga-warga sipil yang tidak berdosa. Namun kami yakin, terlibatnya ulama baik dari kalangan Syiah maupun Sunni dalam masalah ini dapat mengurangi ketegangan dan insya Allah bisa diredam untuk kepentingan semua pihak." Tegasnya.