Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Perdana Menteri rezim Zionis, menyusul pemilihan anggota Knesset, mengklaim bahwa kelompok sayap kanan memiliki mayoritas di kalangan warga Zionis. Ia menyerukan persatuan partai-partai Yahudi untuk membentuk kabinet dan mempertanyakan keterlibatan partai-partai Arab dalam pemerintahan.
Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, pada Rabu, menanggapi hasil pemilihan Knesset dengan meminta partai-partai Yahudi bersatu di belakangnya untuk membentuk kabinet sayap kanan ekstrem.
Seruan tersebut disertai peringatan tegas Netanyahu terhadap pembentukan pemerintahan yang bergantung pada dukungan partai-partai Arab.
Dalam pidatonya di hadapan para pendukungnya di Al-Quds yang diduduki, Netanyahu mengklaim bahwa kubu sayap kanan memiliki mayoritas yang menentukan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadikan pembentukan kabinet yang kuat dan solid sebagai sebuah keharusan.
Dengan menekankan pentingnya persatuan di antara kelompok-kelompok Yahudi dan Zionis, Netanyahu menyatakan bahwa pembentukan kabinet yang mengandalkan dukungan partai-partai Arab penentang Zionisme tidak dapat diterima.
Sikap tersebut kembali memperlihatkan pandangan ekstremisnya terhadap partisipasi politik partai-partai Arab dalam struktur kekuasaan rezim tersebut.
Perdana Menteri rezim Zionis itu juga menyebut Partai Likud sebagai partai terbesar di Israel dan mengecam media-media yang sebelumnya memberitakan kemungkinan kekalahan partainya dalam pemilihan umum.
Dengan merujuk pada jajak pendapat setelah pemilihan, Netanyahu mengklaim bahwa hasil terbaru menunjukkan Likud tetap mempertahankan kedudukannya sebagai partai terbesar.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika perkiraan terbaru setelah pemilihan menunjukkan adanya peningkatan jumlah kursi yang diproyeksikan akan diperoleh Partai Likud dan sekutu-sekutu sayap kanannya.
Sementara itu, perkiraan awal sebelumnya menunjukkan bahwa kubu pesaing yang dipimpin Gadi Eisenkot berada dalam posisi unggul dengan selisih tipis.
Perkembangan setelah pemilihan menunjukkan bahwa Netanyahu sedang berusaha menghimpun partai-partai sayap kanan dan memperkuat dukungan politik bagi kubunya guna mempermudah pembentukan kabinet.
Namun, mengingat sikap yang telah dinyatakannya terhadap partai-partai Arab serta penekanannya pada persatuan kelompok-kelompok Zionis, langkah tersebut berpotensi memperdalam perpecahan politik di wilayah-wilayah pendudukan.
Komentar Anda