19 Oktober 2013 - 20:30
Jamaah Haji Syiah Dipukuli, Polisi Saudi Diam Saja

Dengan alasan kafir, sekelompok Wahabi menyerang tenda jamaah haji Syiah dan memukuli mereka. Pihak kepolisian yang berada di lokasi kejadian hanya berdiam diri saja melihat aksi pemukulan itu terjadi.

Menurut Kantor Berita ABNA, beberapa jama'ah haji yang bermazhab Syiah telah diserang oleh perusuh Wahabi di tanah suci Mekah. Kejadian terjadi ketika jamaah haji Syiah yang berasal dari Metro Detroit, Amerika Serikat  sedang mengerjakan manasik haji pada hari kamis (17/10).

Menurut laporan berita al-Watan, salah seorang saksi yang juga pegawai kawasan Mina berkata, sekelompok jamaah haji asal Lebanon telah memasuki tenda nomor 40 yang disediakan untuk warga Amerika, Eropa dan Australia. Beberapa Jamaah haji yang beraliran Wahabi bertanya tentang mazhab yang dianuti oleh mereka yang menempati tenda tersebut. Kelompok Wahabi tersebut langsung berteriak "kafir, kafir" dan mulai memancing keributan ketika dijawab bahwa jamaah itu bermazhab Syiah.

Tidak lama, jamaah Wahabi terus semakin nekad dengan memukul dan menendangi jamaah Syiah yang berada dalam tenda. Beberapa diantara jamaah Syiah tersebut mengalami cedera karena tidak melakukan perlawanan. Beberapa perusuh Wahabi bahkan memasuki tenda khusus jamaah perempuan dan memaki-maki dengan perkataan kasar dan penuh hinaan. Mereka bahkan mengancam akan memperkosa jamaah perempuan Syiah yang ada di tenda tersebut.

Menurut saksi yang menolak disebut namanya mengatakan, bahwa pihak kepolisian berada disekitar lokasi kejadian namun berdiam diri saja dan tidak berusaha melerai keributan tersebut.

Saksi menambahkan, "Beberapa jamaah haji Syiah kembali ke hotel mereka dengan penuh rasa kecewa, karena tidak mendapat perlindungan dari pihak kepolisian. Namun sebagian lagi tetap berada di Mina untuk melontar jumrah, meskipun mengetahui keamanan mereka tidak terjamin."

Disebutkan sewaktu jamaah haji Syiah hendak kembali ke hotel, pihak kepolisian terlebih dahulu menahan mereka dan meminta agar rekaman video yang sempat mereka ambil saat kejadian terjadi untuk dihapus.

473575