Menurut Kantor Berita ABNA, Shirin Gerami diusianya yang ke 24 tahun berhasil membuat sejarah sebagai atlet perempuan pertama asal Iran yang bertanding dalam kejuaraan triatlon. Perempuan yang juga muslimah berjilbab tersebut mengadu ketangkasan dengan 8.500 atlet dari 83 negara dalam kejuraan dunia triathlon di Hyde Park, London. Gerami bersaing dalam pertandingan renang 1.500 meter, balap sepeda 40km dan lari 10km .
Gerami yang tinggal di Inggris telah meminta ijin kementerian Pemuda dan Olaraga Iran empat bulan lalu. Dia berusaha meyakinkan bahwa perempuan Iran bisa bersaing di triathlon . Dia juga pulang ke Iran beberapa minggu yang lalu agar diloloskan ikut kejuaraan tersebut.
"Ketika saya muncul di depan pintu rumah mereka, mereka menyadari bahwa saya sangat serius,"katanya kepada The Guardian dalam sebuah wawancara dari Teheran, sehari sebelum terbang kembali ke London.
Sebagai perempuan Muslim, saat bertanding Gerami mengenakan jilbab yang menutupi tubuhnya dari kepala sampai kaki. Panitia juga menyediakan tenda baginya untuk dapat berganti pakaian setelah berenang untuk menuju perlombaan selanjutnya.
"Pelajaran yang paling penting adalah bahwa saya harus selalu tulus, selalu percaya dengan mimpi saya dan tidak mudah menyerah. Saya juga berharap langkah saya diikuti oleh perempuan Iran lainnya. Triathlon masih belum sangat mapan di Iran, sampai saat ini perempuan tidak berpartisipasi dalam triathlon,"katanya .
"Aku ingin membuat satu cerita tentang Iran," kata dia. Menurut Gerami, keikutsertaannya akan menunjukan kejuaraan ini tidak memandang dari mana asal pesertanya.
Dengan mewakili Iran, Gerami mengatakan dia ingin menceritakan " kisah lain dari Iran, bahwa kisah-kisah positif tentang negara asalnya memang ada .
"Mereka akan menunjukkan masalah, tetapi mereka tidak pernah menutup pintu. Mereka akan selalu merespon positif ketika saya kembali dengan solusi. Untuk itu, saya sangat berterima kasih,"ungkapnya.
Ditanya soal apakah pakaian khusus muslimahnya tersebut menghambatnya berprestasi, Gerami mengatakan pakaian itu merupakan simbol yang menandakan identitas, nilai dan kepercayaan. Pakaian ini mungkin akan membuat perbedaan, tapi ini adalah tantangan. "Anggap saja ini bonus," katanya.
Marisol Casado, Presiden Union Triatlon Internasional, menilai yang perlu diperhatikan ketika Muslimah mengenakan pakaian khusus adalah faktor kesalamatan dan kenyamanan. Ini tentu akan menjadi pembeda.
"Saya sangat senang dengan perkembangan ini. Saya selalu mendukung penuh upayanya dalam mengikuti kejuaraan ini," katanya.
Keikutsertaan Shirin Gerami dalam kejuaraan olahraga internasional secara tidak langsung mampu menjadi bantahan bagi tudingan Barat yang menyebut ajaran Islam mengekang perempuan dalam banyak hal. Selain memperkenalkan muslimah juga mampu berprestasi meskipun tetap istiqamah dengan jilbabnya, Shirin Gerami juga menunjukkan ke dunia internasional mengendai identitas dan kepribadian Islam.





