Menurut Kantor Berita ABNA, sejumlah organisasi dan perkumpulan masyarakat, dari berbagai kalangan di Suriah melakukan aksi unjuk rasa di kota Damaskus menentang rencana agresi militer atas Suriah oleh Amerika Serikat. Mereka menegaskan secara terbuka akan siap menghadapi setiap agresi dan campur tangan asing atas negara mereka.
Partai Komunis Suriah, Partai Rakyat Sosialis Suriah dan berbagai partai berbasis agama lainnya menentang keras rencana penyerangan AS dan menyebut AS tidak punya bukti kuat dan alasan jelas melakukan agresi pada sebuah negara yang berdaulat. Demonstran menyatakan tekad akan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara mereka. Turut bergabung dalam aksi demonstrasi tersebut adalah warga Palestina yang berada di Damaskus, mengingat Suriah adalah negara yang memberikan tempat pengungsian terbesar bagi warga Palestina yang terusir dan terjajah.
Salah seorang demonstran mengatakan, "Kami bisa saja berselisih dan tidak sependapat dengan kebijakan pemerintah atau dengan pihak lain, namun berkenaan dengan bela negara sikap kami satu. Kami tidak punya perbedaan sikap dalam menghadapi pihak yang hendak merongrong keutuhan negara kami."
"Kami bertekad mempertahankan kedaulatan negara ini." Tegasnya.