Menurut Kantor Berita ABNA, Ratusan massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali menggelar demonstrasi menolak penyelenggaraan ajang kontes Miss World 2013 di depan Istana Negara Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/9). Massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan menyerukan untuk mencabut izin penyelenggaraan kontes kecantikan yang hari Minggu (8/9) baru saja dibuka oleh penyelenggara.
Berbagai atribut spanduk serta poster bertuliskan penolakan ajang Miss World dipajang di sekitar halaman Monumen Nasional (Monas) seberang Istana Negara. Selain itu juga berbagai perwakilan partisipan berorasi menolak untuk dicabutnya perizinan penyelenggaraan kontes Miss World yang berlangsung di Nusa Dua, Bali sampai dengan 28 September nanti.
Sebelumnya, ormas yang tergabung dalam Majelis Mujahidin menyatakan akan perang terhadap penyelenggaraan Miss World 2013 di seluruh wilayah Indonesia dan menuntut pemerintah Indonesia untuk membatalkan penyelenggaraan tersebut. Selain itu, mereka menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia apa pun agamanya untuk mengagalkan penyelenggaraan Miss World.
Banyak media internasional menyoroti penolakan penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia oleh ulama dan organisasi Islam garis keras. Media internasional sepert washingtonpost.com asal AS, theguardian.co.uk dari Inggris, dan alarabiya.net asal Arab Saudi, rutin memberitakan protes tersebut.
Washingtonpost.com memberitakan penolakan dari FPI. Bahwa FPI akan bergerak membubarkan acara bila tetap diselenggarakan. "Miss World hanya alasan untuk memamerkan tubuh perempuan," kata Riziek Shihab seperti kutipan di Washington Post edisi 4 September. "Kita berkewajiban untuk membubarkan jika pemerintah membiarkan diadakan di Indonesia."
Media asal Arab Saudi alarabiya.net di edisi 5 September memberitakan protes dari Hisbut Tahrir Indonesia (HTI). Alarabiya.net mengutip pernyataan juru bicara HTI, Honriani Nasution mengatakan bahwa pihaknya telah "mengirim utusan untuk menyampaikan penolakan penyelenggaraan Miss World 2013 dan kontes lain yang sejenis dan mendesak pemerintah untuk segera menerapkan hukum Islam, karena hanya di bawah nilai-nilai Islam perempuan menjadi terhormat.
Sementara theguardian.co.uk menceritakan maraknya aksi protes dari kelompok Islam garis keras di kota besar seluruh Indonesia mulai dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Pekanbaru, dan Makassar.
Di edisi 5 September theguardian.co.uk mengutip komentar Hary Tanoesoedibjo pemilik MNC sebagai penyelenggara Miss World 2013 mengatakan tidak mungkin membatalkan kontes atau memindahkan lokasi, karena pemerintah telah memberikan jaminan keamanan.
"Saya kira ada kesalahpahaman. Saya menjamin tidak akan bertentangan dengan budaya kita. Saya tidak setuju jika ada bikini," kata Hary Tanoesoedibjo.
Media Internasional memberitakan hampir semua perkembangan penolakan penyelenggaraan Miss World 2013 ini. Dari fatwa MUI, Penolakan FPI, permintaan Menteri Agama Suryadharma Ali supaya panitia memenuhi fatwa MUI, protes HTI dan juga aksi penolakan dari Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).
"Untuk Indonesia, kami rancang sebagai pengganti adalah pakaian pantai yang sesuai adat Bali. Itu sangat indah dan saya sangat senang dengan itu," kata Julie Morley kepada Associated Press. Julie Morley adalah ketua penyelenggara acara berkantor pusat di London itu. "Saya tidak berpikir Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki budaya itu.Tapi, kami ingin bekerja dengan cara yang hormat kepada setiap negara," kata Morley.
Menurut Huffington Post, media Inggris. Indonesia, secara tradisional negara sekuler dengan berpengaruh Kristen, Hindu dan minoritas Budha. Indonesia makin menuju garis keras dalam beberapa tahun terakhir, dengan dorongan peningkatan kepatuhan terhadap Syariah. Undang-undang kontroversial telah dilaksanakan termasuk undang-undang yang melarang pornografi. Namun undang-undang itu telah digunakan untuk menyerang siapa pun dianggap menghujat, termasuk anggota komunitas Gay, Lesbian, Biseksual dan Transgender (LGBT). Lady Gaga, yang dicap sebagai "penyembah setan" oleh Islamis, terpaksa membatalkan konser dijadwalkan Mei 2012 di tengah kekhawatiran keamanan setelah diprotes kelompok-kelompok agama.
Final kontes kecantikan Miss World 2013 akhirnya berlangsung di Bali. Sebelumnya, acara final dan penobatan direncanakan digelar di Sentul Bogor pada 28 September 2013. Pengumuman ini dikeluarkan Pemerintah hari Sabtu setelah ormas Islam radikal terus melakukan penolakan kontes Miss World yang dianggap tidak Islami.
Pemerintah mengatakan semua acara akan berlangsung di Bali. "Semua acara akan berlangsung di pelbagai tempat di Bali. Semuanya akan dipusatkan di Bali sampai dengan penutupan,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di kediaman Wapres Boediono, Jl Diponegoro, Jakarta, Sabtu (7/9) dalam konferensi pers mengenai hal ini.
Keputusan itu diambil dalam pertemuan antara Agung Laksono, Wakil Presiden Boediono, Polisi, dan perwakilan Kementerian Parekraf.
Tidak ada reaksi langsung dari penyelenggara mengenai perubahan tempat. Ketua Miss World dari Inggris, Julia Morley, mengatakan bahwa kontes akan menghormati budaya lokal.
Peserta Miss World difoto saat mengunjungi tempat wisata di Bali. Mereka semua memakai kemeja lengan panjang atau syal yang menutupi badan.
Acara ini akan menampilkan perempuan dari 130 negara. Banyak pihak memuji, termasuk Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, sebagai promosi gratis bagi industri pariwisata di Indonesia.