5 September 2013 - 19:30
Voa-Islam dan Media Barat Kompak Sebarkan Berita Dusta

"Sejak Rohani memenangkan pemilihan presiden di Iran pada bulan Juni lalu, semua berita dan informasi yang bisa dipercaya berkaitan dengan aktivitas presiden hanya dirilis oleh kantornya, dan hanya melalui saluran berita saluran resmi ini yang bisa diterima."

Menurut Kantor Berita ABNA, bersumber dari akun Twitter yang mengatasnamakan Presiden Republik Islam, Hassan Rohani, Media Barat menurunkan berita Presiden Iran tersebut mengucapkan selamat tahun baru (Rosh Hashanah) kepada kaum Yahudi sebagaimana yang tertulis di laman jaringan sosial tersebut. Media takfiri di Indonesia seperti Voa-Islam turut menyebarkan berita yang sama kamis (5/9). Berita tersebut mengklaim Presiden Hassan Rohani menulis, "As the sun is about to set here in Tehran, I wish all Jews, especially Iranian Jews, a blessed Rosh Hashanah." Dengan ucapan tersebut, diklaim Rohani berharap Rosh Hashanah jadi hari yang mulia dan umat Yahudi diberkahi.  Pesan tersebut diposting dengan gambar seorang pria memakai yarmulke dan menundukkan kepala tenggelam dalam doa.

Namun Penasehat senior Presiden Iran menolak laporan media Barat tersebut dan menegaskan, presiden Iran tidak memiliki akun tweeter resmi. "Tuan Presiden tidak memiliki akun tweeter, "kata Penasehat Presiden Mohammad Reza Sadeq kepada Fars News Agency Kamis (5/9).

Sadeq menyatakan, keberadaan akun-akun yang mengatasnamakan Hassan Rohani baik di Facebook dan Twitter tidak bisa dicegah, terutama pada masa kampanye, ada yang menggunakannya untuk menambah besar jumlah dukungan adapula yang menggunakannya untuk black campaign. "Tentu saja, kegiatan tersebut sepenuhnya normal selama kampanye pemilu, dan beberapa dari mereka mungkin melanjutkan operasi mereka bahkan setelah pemilu," lanjut penasihat itu.


"Namun," ia menekankan, "semua berita resmi berkaitan dengan kegiatan presiden hanya dikeluarkan oleh kantor presiden."


"Sejak Rohani memenangkan pemilihan presiden di Iran pada bulan Juni lalu, semua berita dan informasi yang bisa dipercaya berkaitan dengan aktivitas presiden hanya dirilis oleh kantornya, dan hanya melalui saluran berita saluran resmi ini yang bisa diterima." Tegasnya lagi.