7 Agustus 2013 - 16:30
Penjelasan Marja Taklid Mengenai Zakat Fitrah

Imam Ja'far Shadiq as dalam periwayatan yang terdapat dalam kitab Wasail Syiah mengatakan, "Puasa Ramadhan disempurnakan dengan pemberian zakat fitrah, sebagaimana shalawat kepada Nabi dan keluarganya yang menyempurnakan shalat."

Menurut Kantor Berita ABNA, Imam Ja'far Shadiq as dalam periwayatan yang terdapat dalam kitab Wasail Syiah mengatakan, "Puasa Ramadhan disempurnakan dengan pemberian zakat fitrah, sebagaimana shalawat kepada Nabi dan keluarganya yang menyempurnakan shalat."

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai siapa yang wajib mengeluarkan zakat dan siapa yang berhak menerimanya berdasarkan beberapa pendapat ulama marja taklid.

Siapa yang wajib mengeluarkan zak fitrah?

Pertanyaan

Nama ulama

Penjelasan hukum

Yang wajib mengeluarkan zakat

Ayatullah Sistani

Mereka yang ketika mendapati masuknya malam Idul Fitri dalam keadaan baligh dan berakal, tidak dalam keadaan tanpa kesadaran, fakir dan budak dari seseorang wajib bagi dirinya dan yang menjadi tanggungan hidupnya untuk mengeluarkan zakat fitrah sebanyak satu shah atau sekitar 3 kilogram dari jenis makanan yang masyhur di tempat tinggalnya seperti gandum, ju', kurma, kismis, beras atau jagung yang diserahkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Dan diperbolehkan menyerahkan uang yang senilai dengan besar zakat yang harus dikeluarkan.

Ayatullah Makarim Shirazi

Mereka yang memiliki pekerjaan yang dari pekerjaan tersebut mampu memperoleh rezeki yang cukup baginya dan keluarganya seperti pegawai, karyawan, petani dan seterusnya wajib baginya mengeluarkan zakat dirinya dan yang menjadi tanggungan hidupnya. Sementara yang pemasukannya tidak cukup baginya maka terkategorikan sebagai fakir syar'i sehingga posisinya menjadi penerima zakat.

Yang dimaksud kehidupan yang cukup bukanlah yang sampai pada tingkat hidup bermewah-mewahan.  

Apa bayi yang masih dalam perut ibunya wajib dikeluarkan zakatnya?

Ayatullah Shafi Ghulpagani

Tidak wajib.

Ayatullah Husain Mazhahiri

Tidak wajib, namun untuk berhati-hati sebaiknya dikeluarkan.

Hukum zakat fitrah bayi yang lahir di bulan Ramadhan

Ayatullah Sistani

Jika bayi itu lahir sebelum maghrib malam Idul Fitri maka wajib zakatnya dikeluarkan.

Ayatullah Shafi Ghulpagani

Jika bayi tersebut lahir setelah maghrib malam Idul Fitri dan sebelum waktu dhuhur pada hari Idul Fitri maka hukumnya tidak wajib melainkan sunnah.

Ayatullah Husain Mazhahiri

Wajib dikeluarkan zakat untuknya.

Hukum zakat fitrah bagi tentara yang sedang bertugas

Ayatullah Shafi Ghulpagani

Jika memungkinkan, maka dia sendiri yang mengeluarkan zakat untuknya.

Ayatullah Makarim Shirazi

Jika memungkinkan baginya, berdasar ihtiyat wajib, dia sendiri yang mengeluarkan zakat untuk dirinya.

Ayatullah Nuri Hamadani

Jika ia masih dalam tanggungan nafkah ayahnya maka ayahnya yang harus mengeluarkan zakat untuknya.

Kepada siapa zakat diserahkan?

Pertanyaan

Nama Marja

Penjelasan hukum

Kepada siapa zakat fitrah diserahkan?

Ayatullah Sistani

Berdasar Ihtiyat wajib hanya boleh diserahkan kepada orang fakir. Lebih diutamakan diserahkan kepada fakir syiah, jika didaerahnya tidak ada maka diserahkan kepada fakir sunni namun dalam keadaan apapun tidak boleh diserahkan kepada Nashibi (yang memusuhi Ahlul Bait dan Syiahnya)

Ayatullah Makarim Shirazi

Diserahkan kepada kaum Syiah yang membutuhkan. Namun juga bisa diserahkan kepada korban bencana alam seperti korban gempa bumi selama tetap berdasarkan syarat yang telah ditetapkan.

Ayatullah Shafi Ghulpagani

Sangat diutamakan diserahkan kepada kaum fakir dari kalangan sesama muslim Syiah.

Ayatullah Nuri Hamadani

Berdasar Ikhtiyat Mustahab, hanya boleh diserahkan kepada fakir syiah.

Ayatullah Husain Mazhahiri

Zakat fitrah diperbolehkan dikeluarkan untuk semua jalan kebaikan namun lebih diutamakan untuk menyerahkannya kepada orang fakir.

Hukum pemberian zakat untuk sayyid/habib

Ayatullah Sistani

Mereka yang bukan sayyid tidak dibolehkan menyerahkan zakatnya untuk sayyid.

Ayatullah Nuri Hamadani

Mereka yang bukan sayyid tidak dibolehkan menyerahkan zakatnya untuk sayyid.

Ayatulah Mazhahiri

Dibolehkan sayyid menyerahkan zakatnya kepada sesama sayyid dan kepada yang bukan sayyid. Dan dalam kondisi darurat dibolehkan yang bukan sayyid menyerahkan zakatnya kepada sayyid.

Mengeluarkan zakat untuk yang masih dalam tanggungan nafkah

Ayatullah Shafi Ghulphagani

Zakat fitrah tidak dibolehkan diserahkan kepada mereka yang masih dalam tanggungan nafkah, seperti tidak boleh diserahkan kepada istri atau anak-anak meskipun termasuk golongan yang berhak menerima zakat.    

Penyerahan zakat fitrah untuk tetangga atau karib kerabat

Ayatullah Sistani

Sangat dianjurkan menyerahkan zakat kepada tetangga yang membutuhkan.

Ayatullah Makarim Shirazi

Agar ada yang hendak menyerahkan zakat fitrahnya untuk keluarga jauhnya yang miskin di kota lain maka tidak dibolehkan jika di kotanya sendiri masih ada keluarga miskin yang membutuhkan.

Ayatullah Shafi Ghulpagani

Sangat dianjurkan mengutamakan karib kerabat yang miskin atau tetangga yang fakir, jika tidak ada diserahkan kepada ahli ilmu yang fakir.

.................