28 Juli 2013 - 16:40
Langkah Uni Eropa terhadap Hizbullah Memalukan

Khatib Jumat Tehran mengecam langkah terbaru Uni Eropa yang memasukkan Hizbullah, Lebanon ke dalam daftar organisasi teroris.

Menurut Kantor Berita ABNA, Hujatulislam Kazem Sedighi, Khatib Jumat Tehran Jum'at (26/7) menilai langkah Uni Eropa yang memasukkan sayap militer Hizbullah ke daftar kelompok teroris itu memalukan.

Menurutnya langkah itu ilegal dan melanggar norma-norma moral. "Langkah itu akan menjadi awal dari puncak kehinaan Uni Eropa dan sama sekali tidak akan merugikan Hizbullah sedikitpun," katanya. 

Pencantuman nama Hizbullah dalam daftar organisasi teroris Uni Eropa, kata Sedighi, merupakan langkah sepihak dan tendensius. Rezim Zionis Israel, musuh utama Hizbullah jelas-jelas adalah rezim teroris dan pencantuman Hizbullah di daftar teroris sungguh merupakan kehinaan.  

Hujatulislam Sedighi menilai Hizbullah sebagai kelompok yang telah meruntuhkan mitos tak terkalahkannya militer Israel dan telah menunjukkan kepada seluruh masyarakat dunia bahwa rezim ilegal Israel bahkan lebih lemah dari sarang laba-laba. 

Khatib Jumat Tehran juga menyinggung masalah dihapusnya nama kelompok munafik, Mojahedin Khalq Organization (MKO) dari daftar organisasi teroris. Ia menjelaskan, "Hizbullah adalah kelompok yang memiliki tingkat pertahanan tinggi dan bergerak di jalur kemajuan serta independensi Lebanon."

Sehubungan dengan masalah Mesir, Hujatuleislam Sedighi menilai tragedi di negara itu sungguh disayangkan. "Suriah menjadi contoh bagi Mesir. Zionis juga Amerika Serikat menciptakan perang di Suriah untuk mengalahkan perlawanan dan sekarang giliran Mesir," paparnya.

Transformasi terbaru Mesir, kata Sedighi, adalah hasil kerja Israel dan Amerika. Ia meminta ulama, penulis dan orang-orang berpengaruh Mesir untuk menyelesaikan masalah negara demi sampainya revolusi pada tujuan sebenarnya. 

Sadeghi menegaskan, "Terjadinya kekerasan di Mesir bukan dilakukan oleh Muslimin."

Berkenaan dengan berkah bulan Ramadhan, Hujatulislam Sadeghi mengatakan, "Amalan-amalan bulan suci Ramadhan tidak bisa dibandingkan dengan bulan yang lainnya."