Menurut Kantor Berita ABNA, rabu larut malam waktu setempat sekitar pukul 02.15 (3/7) , militer Mesir menyatakan berakhirnya kekuasaan Morsi. Menhan Jenderal Abdel Fattah al-Sisi pun mengumumkan ketua Mahkamah Konstitusi Adly Mansour sebagai presiden sementara. Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat memerintahkan sebagian besar personelnya untuk meninggalkan Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Kairo, Mesir. Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa jam setelah militer Mesir menggulingkan Presiden Mohamed Morsi.
"Deplu memerintahkan keberangkatan personel non-emergensi pemerintah AS dan anggota-anggota keluarga dari Mesir dikarenakan adanya gangguan politik dan sosial," demikian pengumuman Deplu AS seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/7/2013).
Diingatkan Deplu AS, "kerusuhan politik tersebut kemungkinan akan bertambah buruk dalam waktu dekat."
Kedutaan Besar AS di Mesir beberapa kali telah menjadi target para demonstran. Bahkan sebagai pencegahan, Kedubes AS telah ditutup pada Selasa (2/7) dan Rabu (3/7) saat aksi demo anti pemerintah marak di Kairo.
"Warga Barat dan warga negara AS beberapa kali pernah terjebak di tengah demonstrasi dan bentrokan," demikian disampaikan Deplu AS.
Deplu AS pun mengimbau seluruh warga AS untuk menunda kunjungan ke Mesir. Sementara bagi warga AS yang tinggal di Mesir, diimbau untuk meninggalkan negeri itu dikarenakan terus berlangsungnya keresahan politik dan sosial.
Sebelumnya pada Rabu, 3 Juli larut malam waktu setempat, militer Mesir menyatakan berakhirnya kekuasaan Morsi. Jenderal Sisi pun mengumumkan ketua Mahkamah Konstitusi Adly Mansour sebagai presiden sementara.
Sisi juga menyerukan digelarnya kembali pemilihan presiden dan parlemen di Mesir. Pengumuman ini mendapat sambutan meriah rakyat Mesir di berbagai wilayah. Warga yang berkumpul di jalan-jalan tampak menari-nari dan menggelar pesta kembang api untuk merayakan kejatuhan Morsi.
Nasib sial terus dialami oleh Mohamed Morsi. Usai digulingkan militer Mesir dari kursi kepresidenan, Morsi kini harus berada di dalam tahanan rumah.
"Morsi dan seluruh tim kepresidenan saat ini berada dalam tahanan rumah," ujar putra salah satu staf Morsi, Gehad El-Haddad seperti dilansir dari AFP, Kamis (4/7/2013).
Ayah Gehad, Essam El-Haddad merupakan orang kepercayaan Morsi. Essam diyakini juga salah satu orang yang ikut ditahan akibat kudeta militer ini.
Morsi saat ini sudah dipindahkan dari kantor presiden ke sebuah tempat yang masih dirahasiakan. Seluruh akses informasi mengenai keberadaan Morsi kini diputus. Banyak kalangan meyakini Morsi di tahan di sebuah fasilitas militer.
Orang-orang terdekatnya juga tidak bisa lagi mendapat akses informasi soal kondisi Morsi. Ia ditahan terpisah dari grup kepresidenan.
Kerusuhan akibat jatuhnya Morsi semakin melebar. Total korban tewas hingga saat ini menjadi delapan orang. Sebanyak 343 orang terluka akibat bentrokan di seluruh Mesir.
Pasukan keamanan Mesir juga telah mengklaim berhasil menangkap pemimpin Ikhwanul Muslimin, Saad el-Katatni dan Rashad Al-Bayoumi. Keduanya kini sudah ditahan.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengumumkan penggulingan Morsi dari kursi kepresidenan. Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir ditunjuk untuk menjadi pemimpin sementara hingga pemilu kembali digelar.
Militer Mesir memburu seluruh anggota Ikhwanul Muslimin yang menjadi pendukung eks presiden Mohamed Morsi. Bahkan surat perintah penangkapan terhadap 300 anggota Ikhwanul Muslimin sudah dikeluarkan.
Situs CNN, Kamis (4/7/2013) mengabarkan, seorang pejabat keamanan Mesir membenarkan adanya perintah penangkapan terhadap 300 anggota itu. Anggota Ikhwanul Muslimin inilah yang menjadi salah satu faktor kemenangan Morsi dalam pemilu sebelumnya.
Pasukan keamanan Mesir juga telah berhasil menangkap pemimpin Ikhwanul Muslimin, Saad el-Katatni dan Rashad Al-Bayoumi. Keduanya kini sudah ditahan.
Kerusuhan akibat jatuhnya Morsi juga semakin melebar. Total korban tewas hingga saat ini menjadi delapan orang. Sebanyak 343 orang terluka akibat bentrokan di seluruh Mesir.
Menteri Pertahanan Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengumumkan penggulingan Morsi dari kursi kepresidenan. Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir ditunjuk untuk menjadi pemimpin sementara hingga pemilu kembali digelar.
Kepala angkatan bersenjata Mesir, Jenderal Abdul Fattah al-Sisi, mengumumkan penangguhan konstitusi dan menyerukan digelarnya pemilihan presiden lebih awal dengan menyingkirkan pemimpin negara pertama yang dipilih melalui pemilu, Muhammad Mursi.
Berikut kutipan pernyataan Jenderal al-Sisi seperti disiarkan langsung di televisi pemerintah:
"Dengan nama Allah, yang Maha Penyayang, Maha Pengasih. Wahai rakyat Mesir yang hebat!
Angkatan bersenjata tidak bisa hanya menutup mata dan telinga terhadap pergerakan yang telah memanggil rakyat Mesir. Mereka berperan sangat patriotik dan tidak berpolitik.
Angkatan bersenjata sendiri masih dan akan terus menjadi yang pertama yang menyatakan keinginan kami untuk tetap memiliki jarak dengan dunia politik.
Angkatan bersenjata telah menyadari bahwa orang-orang Mesir —yang menyerukan kami untuk mendukung mereka— sebenarnya tidak menganggap kami memiliki kekuasaan, tetapi kami bertugas untuk melakukan pelayanan publik dan menjamin perlindungan revolusi mereka.
Demikianlah pesan yang angkatan bersenjata telah diterima dari seluruh pusat-pusat kota dan desa di Mesir."
Rencana aksi
Dalam pidato itu, Jenderal Sisi juga menyampaikan bahwa Presiden Mursi gagal memenuhi tenggat waktu yang diberikan oleh militer untuk mengatasi krisis.
Selain itu, dia juga menyampaikan ada beberapa rencana aksi yang harus dijalankan sambil menunggu adanya lagi pemilihan presiden yang baru.
Rencana aksi tersebut antara lain adalah diberhentikannya konstitusi untuk sementara waktu dan pemilihan umum presiden harus dipercepat.
Langkah praktis juga harus diambil untuk memberdayakan kaum muda dan mengintegrasikan mereka ke dalam lembaga-lembaga negara sehingga mereka dapat menjadi mitra dalam proses pengambilan keputusan pada berbagai tingkat otoritas eksekutif.
Selain itu, sebuah piagam media kehormatan harus dirancang untuk menjamin kebebasan media, mengatur profesionalitas, kredibilitas, dan netralitas, untuk kemajuan kepentingan tanah air Mesir.
Selanjutnya ia menyatakan:
"Angkatan Bersenjata dengan ini menyerukan kepada rakyat Mesir, untuk menjamin kedamaian demonstrasi dan menghindari kekerasan karena hanya menyebabkan ketegangan lebih lanjut dan pertumpahan darah mereka yang tidak berdosa.
Angkatan bersenjata mendedikasikan pasukan, polisi, dan pengadilan untuk peran nasional yang besar dan pengorbanan mereka akan terus-menerus untuk menjaga keselamatan dan keamanan Mesir."
Semoga Tuhan melindungi Mesir dan orang-orang hebat yang mulia. Salam bagi kalian semua."
MURSI DITAHAN
Presiden Mesir yang terguling, Muhammad Mursi, ditahan di fasilitas militer bersama para pembantu utamanya setelah tentara mengumumkan kejatuhannya, kata seorang anggota senior Ikhwanul Muslimin, Kamis (4/7/2013).
"Mursi dan seluruh tim presiden berada di bawah tahanan rumah di Presidential Republican Guards Club," kata Gehad El-Haddad, putra seorang pembantu utama Mursi, kepada AFP. Ayah Haddad, yaitu Essam El-Haddad, yang secara luas dilihat sebagai tangan kanan Mursi, termasuk di antara mereka yang ditahan.
Seorang juru bicara militer tidak menanggapi permintaan untuk memastikan penahanan Mursi. Sejauh ini, tidak segera jelas apakah presiden yang digulingkan itu kemudian akan diizinkan untuk pergi.
Para pembantu utama Mursi telah mematikan ponsel mereka. Sejumlah pembantu presiden lainnya yang terpisah dari Mursi sejak pagi hari mengatakan bahwa mereka telah kehilangan komunikasi dengan pemimpin mereka. Mursi sebelumnya berada di kantornya di markas Garda Republik, sebelum ia dipindahkan.
Seorang jenderal polisi mengatakan, kepada AFP bahwa pasukan keamanan berusaha untuk menangkap para pemimpin gerakan Ikhwanul Muslimin yang mendukung Mursi. Polisi telah menangkap Saad al-Katatni, ketua Partai Kebebasan dan Keadilan, partainya pendukung Mursi, dan Rashad Bayoumi, wakil pembina tertinggi Ikhwanul Muslimin, kata jenderal itu.
Beberapa jam setelah mengumumkan kejatuhan Mursi, militer membatalkan konstitusi dan menunjuk Ketua Mahkamah Agung Mesir sebagai presiden sementara.