Menurut Kantor Berita ABNA, Imam shalat Jumat Tehran, Ayatullah Sayid Ahmad Khatami dalam khutbahnya menilai perhatian terhadap parameter agama sebagai poin unggul yang membedakan proses pemilihan dalam gaya hidup islami dan mengatakan, "Presiden mendatang harus memegang teguh agama dan patuh undang-undang."
FNA (10/5) melaporkan, Ayatullah Khatami menyinggung gaya hidup islami dalam budaya memilih dan mengatakan, "Dalam memilih teman, sekolah, guru, pendamping dan untuk memilih di sektor sosial termasuk pemilihan presiden, kita harus berupaya agar pilihan kita tidak tergesa-gesa."
Menyinggung bahwa pemilihan harus berdasarkan pandangan agama dan dilakukan secara teliti, Khatib shalat Jumat Tehran menambahkan, "Teman yang buruk akan menyulitkan seseorang, oleh karena itu para pemuda harus teliti dalam memilih teman dan agar tidak memenuhi semua ajakan temannya."
Ditujukan kepada para pemuda, Ayatullah Khatami menyinggung pentingnya ketelitian dalam memilih pendamping seraya mengatakan, "Mereka yang ingin menikah, harus bermusyawarah untuk memilih pendamping dan harus teliti, karena pilihan tergesa-gesa akan akan menimbulkan banyak masalah bagi mereka."
Lebih lanjut dijelaskannya, ketika seseorang berhadap-hadapan dengan pilihan, dia harus memperhatikan dampak dari pilihannya dalam kehidupannya karena memilih merupakan bagian penting dalam hidup.
Beliau menegaskan pula bahwa dalam memilih manusia harus menjadikan agamanya sebagai parameter. "Para pemuda harus mengetahui bahwa pasangan yang saleh akan mendorongnya menuju agama."
Di bagian lain, Ayatullah Sayid Khatami menyinggung pemilu presiden ke-11 Iran dan mengatakan, "Presiden mendatang harus memegang teguh agama dan patuh undang-undang. Dan masyarakat juga akan memilih kandidat yang memiliki kriteria seperti itu."