7 Mei 2013 - 19:30
Seruan Jihad ke Suriah adalah Pengkhianatan

"Kalaupun memang benar, yang terjadi di Suriah adalah jihad, tentu jihad di Palestina jauh lebih utama. Baitul Maqdis telah dijajah dan berada dalam cengkraman Israel sejak 60 tahun silam. Dimana mereka? Mengapa mereka tidak mengerahkan pasukan mujahidinnya sebagaimana yang mereka lakukan di Suriah?."

Menurut Kantor Berita ABNA, menyikapi fatwa dan seruan jihad di Suriah yang dikeluarkan beberapa ulama, Imam Masjid al Aqsa Palestina Syaikh Salahuddin bin Ibrahim menilai fatwa dan seruan jihad tersebut adalah bentuk pengkhianatan. Beliau menegaskan jihad tidak terjadi untuk memerangi sesama kaum muslimin. Ulama Ahlus Sunnah Palestina tersebut juga menyinggung mengapa diklaim berjihad di Suriah sebagai jalan menuju surga sementara seruan dan ajakan yang sama tidak ditujukan untuk berjihad membebaskan Palestina, Gaza dan Baitul Maqdis yang telah lama dalam penjajahan Zionis Israel.

"Kalaupun memang benar, yang terjadi di Suriah adalah jihad, tentu jihad di Palestina jauh lebih utama. Baitul Maqdis telah dijajah dan berada dalam cengkraman Israel sejak 60 tahun silam. Dimana mereka? Mengapa mereka tidak mengerahkan pasukan mujahidinnya sebagaimana yang mereka lakukan di Suriah?." Tegasnya.

"Kelompok yang berperang di Suriah atas nama agama, sudah terlalu jauh menyimpang dari kebenaran, karena mereka yang datang kesana, hanya memperparah konflik dan menumpahkan darah sesama muslim. Ini menjadikan mereka tidak ubahnya gerombolan pengkhianat dan pendusta." Tambahnya lagi.

Ulama kharismatik Palestina tersebut kembali melanjutkan, "Umat ini mempunyai agama yang satu, dan mempunyai kitab serta nabi yang satu. Barangsiapa yang mencerai beraikan mereka, atau mengangkat senjata ke atasnya, maka dia bukanlah daripada golongan mereka," tutur beliau.

Imam Masjid al-Aqsa ini membaca sepotong hadis dari Rasullah Saw:

لا ترجعوا بعدي كفارا يضرب بعضكم رقاب بعض

"Jangan kalian kembali kafir setelah wafatku, dengan sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lain."

Syeikh Salahuddin turut berdoa agar keamanan dan terciptanya kondisi yang kondusif dapat segera terwujud di Suriah.