Menurut Kantor Berita ABNA, ribuan pelajar agama dan civitas akademika Hauzah Ilmiah Qom berkumpul dalam sebuah aksi unjuk rasa mengecam dan mengutuk peristiwa pengrusakan dan pembongkaran makam salah seorang sahabat Nabi Saw Hujr bin 'Adi di dekat kota Damaskus Suriah. Para pengunjuk rasa yang berkumpul di halaman Madrasah Faiziyah Qom sejak pukul 11.00 pagi waktu setempat ahad (5/5) dengan membawa spanduk yang bertuliskan kecaman terhadap kelompok takfiri Wahabi yang telah melakukan penghinaan dan penodaan terhadap simbol suci kaum muslimin yaitu melakukan pengrusakan makam sahabat Nabi Saw.
Diawal aksi unjuk rasa yang juga dihadiri oleh Ayatullah Husaini Bushahri imam Jum'at Qom, dibacakan pernyataan kecaman Ayatullah al Uzhma Shafi Ghulpaghani dan Ayatullah Makarim Shirazi yang menegaskan bahwa aksi pembongkaran makam sahabat Nabi Saw tersebut adalah tindakan penghinaan terhadap Islam. Ayatullah Reza Ustadi sekjen dewan majelis syura Hauzah Ilmiah Qom yang turut hadir pada aksi unjuk rasa tersebut dalam orasinya menyatakan, "Ribuan tahun lamanya, makam sahabat Nabi Saw tersebut dimuliakan dan diagungkan kaum muslimin.Makam tersebut menjadi tempat ziarah kaum muslimin bukan hanya dari umat Syiah namun juga dari kalangan Ahlus Sunnah beserta ulamanya.Namun kemudian makam tersebut dilecehkan oleh kelompok minoritas dari kaum muslimin dengan bersandar pada fatwa yang lemah dan tidak berdasar.Mereka menyatakan ziarah kemakam sahabat Nabi Saw tersebut adalah amalan kekufuran dan kesyirikan."
Kepada para pemimpin negara-negara muslim Ulama Iran tersebut menghimbau, untuk tidak mendiamkan aksi keji tersebut yang merupakan pelecehan dan penghinaan besar terhadap situs bersejarah kaum muslimin. Menurutnya seluruh kaum muslim harus menyatakan tekad bersama mengecam aksi tersebut dan berupaya agar aksi serupa tidak kembali terjadi. "Pemuda-pemuda Syiah di Suriah, dipenggal kepalanya, namun negara-negara Barat yang mengklaim diri sebagai pengusung tegaknya HAM hanya bisa berdiam diri." Ujarnya.