3 Mei 2013 - 18:41
Berpartisipasi dalam Pilpres adalah Kewajiban

Ayatullah Muhammad Emami Kashani dalam ceramahnya menekankan pentingnya keikutsertaan rakyat dalam pilpres mendatang. Ia mengatakan, partisipasi dalam pemilu presiden di saat musuh sedang melancarkan konspirasi-konspirasinya untuk melemahkan Republik Islam Iran memiliki urgensitas khusus.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Muhammad Emami Kashani, anggota Majelis Khubregani Rahbari Republik Islam Iran yang bertindak sebagai khatib Jum'at Teheran Jum'at (3/5) di Universitas Teheran dalam khutbahnya menyinggung peringatan nasional hari guru menyatakan, "Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengingatkan pentingnya pendidikan politik khususnya buat generasi muda, sebab merekalah kekayaan negara ini. Generasi muda bukan hanya harus menguasai tekhnologi dengan baik, namun juga mereka harus menjadi generasi yang benar-benar terdidik dan terpelajar."

Dengan menukil hadits Nabi Saw mengenai tingginya keutamaan yang dimiliki seorang guru Khatib Jum'at Teheran tersebut mengatakan, "Rasulullah Saw bersabda, Allah SWT, para malaikat, para penghuni langit dan bumi, hatta hewan-hewan di darat dan ikan-ikan di lautan semuanya menyampaikan salam keselamatan kepada guru. Berdasarkan hadits ini, seorang guru adalah sudah selayaknya menjadi teladan baik dalam ilmu maupun dalam mendidik."

"Rasulullah Saw sangat memberikan penghargaan tinggi pada seorang muallim (guru), sebab segala keteraturan di alam semesta ini untuk kesempurnaan, dan kesempurnaan tidak mungkin dicapai tanpa ilmu, ma'rifat dan ketaqwaan. Madrasah atau sekolah adalah tempat ilmu dikembangkan, dikaji dan ditransfer. Dan guru adalah sosok yang membantu murid untuk menemukan kemanusiaan dan bergerak berdasarkan fitrahnya." Lanjutnya.

Khatib Jum'at Teheran tersebut melanjutkan khutbahnya, "Hari ini kita melihat lahirnya kebangkitan Islam, yang membuat khawatir pihak musuh, karena itulah mereka melakukan berbagai fitnah dan rekayasa untuk melecehkan dan menghina Islam sampai pada upaya memecah belah kaum muslimin agar saling berperang dan membenci satu sama lain."

"Sebagian diantara mereka, dengan memanfaatkan kedudukannya sebagai mufti, mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan syariat dengan tujuan untuk memecah belah kaum muslimin. Mereka pada hakikatnya bukanlah muslim, melainkan bagian dari gerakan zionisme internasional. Dalam sebuah riwayat disebutkan Nabi bersabda mengenai keberadaan ulama-ulama pengkhianat yang bermunculan di akhir zaman. Ulama-ulama tersebut mengajar di negeri-negeri muslim, sambil mengeluarkan fatwa-fatwa yang membuat sesama kaum muslimin saling membenci dan menumpahkan darah satu sama lain, menghalalkan harta dan kehormatan kaum muslim untuk dirampas dan dilecehkan."

Pada bagian lain khutbahnya, menyinggung masalah internal Iran yang sebentar lagi akan menggelar pemilihan presiden menilai partisipasi setiap rakyat Iran dalam pilpres ke-11 yang akan digelar 14 Juni 2013 adalah kewajiban dalam rangka menghadapi konspirasi musuh.

Ayatullah Muhammad Emami Kashani dalam ceramahnya menekankan pentingnya keikutsertaan rakyat dalam pilpres mendatang. Ia mengatakan, partisipasi dalam pemilu presiden di saat musuh sedang melancarkan konspirasi-konspirasinya untuk melemahkan Republik Islam Iran memiliki urgensitas khusus. 

Kehadiran luas rakyat Iran dalam pilpres, katanya akan membuat musuh putus asa dan terpaksa menelan kekalahan telak.

Kepada para kandidat pilpres mendatang, Ayatullah Kashani mengatakan, Iran membutuhkan seorang pemimpin yang terampil dan memiliki kemampuan manajemen yang tinggi. Ia menegaskan, "Para kandidat presiden harus jujur memposisikan rakyat dalam prioritas program-programnya dengan memperhatikan fasilitas yang ada, dan harus menjaga dirinya, baik sebelum maupun sesudah pilpres agar tidak keluar dari kerangka ini."

Menyinggung masalah konflik yang terjadi di sejumlah negara Islam, Ayatullah Kashani mengatakan, "Politik pecah-belah ini ditujukan untuk memukul agama Islam. Oleh karenanya umat Islam harus tanggap dalam menghadapi konspirasi tersebut." Menurut Ayatullah Kashani, meluasnya Kebangkitan Islam adalah salah satu faktor ketakutan musuh. "Mufti-mufti yang dengan nama Islam mengeluarkan fatwa-fatwa perang etnik dan mazhab bukan Muslim,  bahkan mereka adalah pengkhianat agama dan umat, sekaligus orang-orang bayaran kaum imperialis," tegasnya.

Terkait masalah penekanan Nabi Muhammad Saw soal urgensitas menjaga persatuan di antara umat Islam, Ayatullah Kashani menjelaskan, "Nabi Muhammad Saw mengharamkan penyerangan Muslim atas jiwa dan harta Muslim yang lainnya."

Khatib Jumat Tehran selain mengucapkan selamat atas hari kelahiran Sayidah Fathimah Zahra putri Nabi Muhammad Saw yang diperingati sebagai Hari Wanita, juga mengucapkan selamat atas Hari Buruh dan Hari Guru. Menurutnya mereka memiliki posisi yang sangat tinggi dalam Islam.