20 April 2013 - 17:27

Ayatullah Ghulam Reza Rezvani salah seorang ulama besar ahli fiqh yang tercatat sebagai salah seorang anggota Majelis Syura Fuqaha pada Jum'at malam (19/4) berpulang kerahmatullah setelah sebelumnya mendapat perawatan medis di rumah sakit di Teheran ibu kota Republik Islam Iran.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Ghulam Reza Rezvani salah seorang ulama besar ahli fiqh  yang tercatat sebagai salah seorang anggota Majelis Syura Fuqaha pada Jum'at malam (19/4) berpulang kerahmatullah setelah sebelumnya mendapat perawatan medis di rumah sakit di Teheran ibu kota Republik Islam Iran. Beliau semasa hidupnya adalah seorang ulama fiqh yang banyak menghabiskan umurnya dengan mengajar di Hauzah Ilmiah di Qom, Teheran dan kota Najaf di Irak.

Ayatullah Ghulam Reza Rezvani lahir pada awal bulan Mehr 1309 HS (bertepatan dengan tahun 1930 M) di kota Khomain. Setelah menamatkan pendidikan dasarnya di kota kelahirannya termasuk mempelajari ulumul Qur'an di sekolah agama tingkat menengah satu-satunya di kotanya beliau melanjutkan pendidikan keagamaan di Hauzah Ilmiyah Qom tahun 1328 HS (1949 M) pada usia 19 tahun. Di Qom beliau menimba ilmu keagamaan langsung atas bimbingan Ayatullah Saltani Tabatabai dan Haji Syaikh Abdul Jawad Esfahani termasuk mempelajari Durus Kharij Fiqh dibawah bimbingan ulama marja taklid Ayatullah al Uzhma Burujerdi dan Imam Khomeini rahimahullah.

Pada tahun 1332 HS beliau berhijrah ke Najaf untuk lebih dalam mempelajari ilmu syar'i. Di Najaf beliau menjadi murid terbaik Ayatullah Syahrudi dan kembali menimba ilmu dari Imam Khomeini yang saat itu berada di Irak sebagai pengungsi politik akibat tekanan rezim Syah Pahlevi. Kemudian pada tahun 1358 HS beliau kembali ke kota Qom dan langsung mendapat tempat untuk membagikan ilmunya kepada para pelajar agama di Hauzah Ilmiah Qom. Beliau dikenal ahli dan pakar dalam bidang ilmu Kharij Fiqh dan filsafat. Majelis-majelis beliau dipadati banyak kaum muslimin termasuk kaum muda yang tertarik dengan metode pengajaran dan penyampaian beliau.

Satu tahun keberadaannya di Qom, beliau diangkat oleh Imam Khomeini yang saat itu sebagai Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran sebagai salah seorang anggota Majelis Syura Negahban. Dan beliau sampai akhir hayatnya mengabdikan diri terhadap agama dan Negara dengan tetap berada pada jabatannya tersebut sebab tetap mendapat kepercayaan dari rakyat.