24 Maret 2013 - 05:06

Tidak bisa dipungkiri, Turki, Arab Saudi, Qatar dan Negara yang merupakan pemimpin dan dalang dibalik semua ini yaitu Amerika Serikat dan rezim Zionis punya andil atas kesyahidan dan tertumpahnya darah suci ulama besar ini. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka ini di Mahkamah Ilahi kelak.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Nashir Makarim Shirazi berkenaan dengan syahidnya imam besar Ahlus Sunnah di Damaskus Allamah Syaikh Sa'id Ramadhan al Buthi ditangan teroris Suriah menyatakan belasungkawanya yang mendalam dan mengutuk keras perbuatan biadab tersebut. Beliau berkata, "Negara-negara seperti Turki, Saudi dan Qatar memiliki saham atas kesyahidan ulama besar dan imam masjid Suriah tersebut."

"Di masjid, di rumah Allah yang suci, terjadi kebiadaban yang luar biasa, ulama besar Islam yang sulit dicari padanannya syahid oleh kebengisan kelompok teroris Suriah, yang menodai dan mencoreng kemuliaan ajaran Islam." Lanjutnya.

Ulama besar dan sekaligus marja taklid Syiah tersebut kemudian melanjutkan penyampaiannya, "Imam Jum'at masjid Jami Damaskus tersebut adalah diantara ulama mufti yang terkenal dikalangan Ahlus Sunnah dan bersama dengan puluhan jama'ah lainnya yang juga adalah ahlus sunnah syahid oleh bom yang diledakkan anggota kelompok teroris, masjid yang mulia tersebut pun ternodai oleh darah-darah orang-orang yang tidak berdosa. Tragedi yang memilukan ini menunjukkan kelompok teroris bukan hanya memusuhi Syiah, bahkan Sunni sekalipun, apakah itu ulama dan imam jama'ah  ataupun bukan, di masjid dan rumah-rumah Allah apalagi selainnya, tidak ada bedanya bagi mereka. Tidak ada satupun ajaran Islam yang membolehkan itu, tidak juga nilai-nilai kemanusiaan. Dan tidak bisa dipungkiri, Turki, Arab Saudi, Qatar dan Negara yang merupakan pemimpin dan dalang dibalik semua ini yaitu Amerika Serikat dan rezim Zionis punya andil atas kesyahidan dan tertumpahnya darah suci ulama besar ini. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka ini di Mahkamah Ilahi kelak. Apakah dengan peristiwa yang luar biasa dasyhat ini, lembaga internasionalpun tetap diam dan menutup mata?."

Pada akhir penyampaiannya, ulama yang menulis kitab tafsir al Amtsal tersebut menyatakan kecaman kerasnya. Beliau berkata, "Kami menuntut lembaga-lembaga internasional turut mengutuk dan mengecam keras peristiwa tersebut, dan turut menunjukkan perannya dalam menyelesaikan dan menghentikan konflik berdarah di Suriah. Kami nasehatkan kepada kaum muslimin untuk tidak tertipu dan terpedaya oleh pemberitaan-pemberitaan dusta dan manipulatif dari pihak-pihak yang diuntungkan oleh peristiwa ini. Kaum muslimin harus bangkit dari kelalaian dan tidak boleh ridha atas apapun bentuk kekerasan dan pembunuhan atas nama apapun, terutama dari amalan-amalan kekafiran yang mengenakan jubah Islam untuk membenarkan aksi biadab mereka."