10 September 2026 - 20:53
Otoritas Lebanon Turut Bertanggung Jawab atas Darah yang Tumpah di Selatan

Anggota Fraksi Loyalitas kepada Perlawanan menegaskan bahwa semakin banyak konsesi yang diberikan otoritas Lebanon kepada musuh, semakin keras dan brutal pula musuh melanjutkan tindakan yang ia sebut sebagai genosida, pembunuhan, penghancuran, dan pengusiran penduduk.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Hassan Ezzeddine, anggota Fraksi Loyalitas kepada Perlawanan di Parlemen Lebanon, mengatakan bahwa kejahatan yang dilakukan Israel terhadap masyarakat Lebanon di wilayah al-Mansouri, Zibdin, dan Kafr Tibnit, khususnya di Kafr Rumman, yang juga menewaskan perempuan dan anak-anak, turut menjadi tanggung jawab otoritas politik Lebanon.

Menurut Ezzeddine, otoritas Lebanon bahkan tidak mengeluarkan satu kata pun terkait peristiwa tersebut. Karena itu, menurutnya, mereka turut bertanggung jawab atas darah yang tertumpah dalam beberapa hari terakhir.

Ia mengatakan: “Otoritas Lebanon juga ikut bertanggung jawab atas setiap tetes darah yang tertumpah di selatan, Dahiyeh, Bekaa, ataupun wilayah lain di Lebanon.”

Pernyataan Ezzeddine disampaikan dalam acara penghormatan untuk Hassan Wahid al-Azir, yang digelar Hizbullah di Kompleks Imam Kazhim as di kawasan Hayy Madi. Acara tersebut dihadiri sejumlah ulama, tokoh dan pejabat, keluarga korban yang gugur, serta masyarakat setempat.

Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah Lebanon

Ezzeddine kemudian mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai sikap politik pemerintah Lebanon. “Apakah otoritas Lebanon telah berusaha membaca dan mengevaluasi kembali situasi politik Lebanon dan kawasan? Terlebih Lebanon tidak hidup terpisah dari berbagai perkembangan regional.”

Ia melanjutkan: “Apakah otoritas Lebanon telah kembali mengkaji situasi kawasan, khususnya perkembangan antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran? Apakah mereka telah menghentikan perundingan langsung dengan Israel yang, di tengah terus berlangsungnya kejahatan Israel, sama sekali tidak membuahkan hasil?”

Ezzeddine menilai bahwa semakin banyak konsesi yang diberikan kepada Israel, semakin keras pula tindakan yang dilakukan terhadap Lebanon.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa otoritas Lebanon masih bersikeras mempertahankan sikapnya dan ingin melanjutkan perundingan yang sejauh ini bahkan tidak berhasil menghasilkan gencatan senjata nyata ataupun penghentian serangan.

“Apalagi,” katanya, “menghentikan penghancuran, pengusiran penduduk dan pembantaian.”

“Iran Tidak Lagi Hanya Membela Dirinya Sendiri”

Dalam bagian lain pidatonya, Ezzeddine menyinggung posisi Iran dalam perkembangan kawasan. Ia mengatakan bahwa Iran saat ini tidak lagi hanya bertindak dalam kerangka mempertahankan dirinya sendiri, tetapi juga, menurut pandangannya, membela orang-orang merdeka, kaum tertindas dan masyarakat yang menolak dominasi, baik dalam bentuk negara maupun bangsa.

Menurutnya: “Iran mengatakan ‘tidak’ kepada Amerika Serikat serta dominasi dan hegemoninya atas kawasan ini.”

Ezzeddine mengatakan bahwa apa yang ia sebut sebagai politik teror dan intimidasi Amerika terhadap negara-negara dan bangsa-bangsa telah berhadapan dengan keteguhan Iran. Menurutnya, perkembangan tersebut bukan perkara kecil, karena akan membawa konsekuensi strategis dan perubahan dalam posisi Iran di kawasan.

Peran Iran dalam Keamanan Teluk Persia

Ezzeddine menyebut bidang pertama perubahan tersebut adalah posisi Iran dalam pembentukan arsitektur keamanan Teluk Persia dan kawasan.

Ia mengatakan: “Kini tidak seorang pun dapat mengabaikan Republik Islam Iran.” Bidang kedua, menurutnya, berkaitan dengan meningkatnya kemampuan militer Iran.

Ia menilai Iran telah berubah menjadi negara yang lebih kuat dan berkemampuan, terutama setelah beralih dari posisi yang semata-mata defensif menuju kemampuan ofensif.

Menurut Ezzeddine, hal itu berarti Iran dapat menargetkan posisi maupun kawasan yang dianggap menjadi ancaman dan merespons setiap agresi atau operasi yang direncanakan Amerika Serikat terhadapnya.

Ia berpendapat bahwa perubahan tersebut membawa Iran ke posisi baru dan memungkinkan negara itu memainkan peran dalam pembentukan tatanan internasional baru yang berbasis multilateralisme, keadilan, dan kemanusiaan.

“Perkembangan Kawasan Akan Berdampak pada Lebanon”

Ezzeddine menegaskan bahwa seluruh perkembangan dan konsekuensi perubahan yang sedang terjadi di kawasan akan berpengaruh terhadap Lebanon.

Menurutnya, hal itu semakin penting karena dalam perundingan-perundingan Iran, baik yang telah berlangsung maupun yang mungkin berlangsung pada masa mendatang, Lebanon dan situasi negara tersebut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian Iran.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha