14 Maret 2013 - 20:30

"Pakistan menyadari pentingnya hubungan dan kerjasama bilateral dengan Iran dan berpendapat bahwa proyek pipa gas kedua negara akan berdampak sangat positif bagi perdamaian dan kerjasama di kawasan."

Menurut Kantor Berita ABNA, Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar, memprotes serangan pesawat tanpa awak Amerika Serikat di negaranya dan mengatakan, "Pemerintah Islamabad  menilai hubungan bilateral dengan Iran sangat penting dan proyek pembangunan jalur pipa gas alam dari Iran ke Pakistan itu sangat menguntungkan negara."

IRNA (14/3) melaporkan, Hina Rabbani Khar dalam konferensi persnya menegaskan, "Pakistan menyadari pentingnya hubungan dan kerjasama bilateral dengan Iran dan berpendapat bahwa proyek pipa gas kedua negara akan berdampak sangat positif bagi perdamaian dan kerjasama di kawasan."

11 Maret, Iran dan Pakistan meresmikan tahap terakhir pembangunan jalur pipa gas tersebut. Acara peresmian itu dihadiri oleh Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad dan sejawatnya dari Pakistan Asif Ali Zardari. 

Proyek tersebut bertujuan membantu Pakistan mengatasi tuntutan energinya yang semakin meningkat di sat 180 juta warga negara itu saat ini sedang menghadapi krisis energi.

Pada 11 Maret lalu, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengancam akan memberlakukan sanksi terhadap Pakistan atas proyek tersebut.

"Kami memiliki kekhawatiran serius, jika proyek tersebut berjalan, bahwa sanksi-sanksi terhadap Iran [Iran Sanctions Act] akan terpantik. Kami telah menyatakan dengan tegas kekhawatiran ini kepada pemerintah Pakistan," demikian tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Victoria Nuland.

Berdasarkan Iran Sanctions Act tahun 1996, pemerintah Amerika Serikat melarang impor dari perusahaan non-Amerika yang berinvestasi lebih dari 20 juta dolar pertahunnya terhadap sektor minyak dan gas alam Iran.