Menurut Kantor Berita ABNA, Ahmad al Alawi salah seorang pengurus organisasi al Wafaq Bahrain menyikapi aksi kekerasan pihak keamanan rezim Bahrain menyebutkan, "Penyiksaan, penangkapan, pemenjaraan aktivis-aktivis mahasiswa bahkan dosen oleh rezim Ali Khalifah sampai sekarang masih terus berlanjut."
"Kami menuntut kepada rezim Ali Khalifah, agar suara-suara tuntutan para mahasiswa tersebut didengar dan dipenuhi bukan dibungkam dengan penyiksaan dan pemenjaraan. Sangat disayangkan, pemerintah malah menganggap musuh pada rakyatnya sendiri dan dengan itu merasa perlu menghadapinya dengan kekerasan dan kekejaman." Lanjutnya.
Mengenai 4 aktivis mahasiswa yang dipenjara rezim sejak 4 hari lalu senin (11/3) aktivis al Wafaq ini mengatakan, "Sejumlah kesatuan militer melakukan penyerangan di beberapa universitas dan menangkapi para mahasiswa. Ini tindakan yang tidak bisa dibenarkan, bahkan sampai hari ini mereka masih melakukan hal serupa, sehingga mahasiswa harus berhadapan dengan mereka dan melakukan perlawanan."
Ahmad Al Alawi melanjutkan penjelasannya, "Sejak 11 Maret tahun 2011, sampai saat ini tidak sedikit tenaga pengajar, guru dan dosen bahkan dokter dan perawat ditangkap dan dipenjara tanpa alasan yang jelas. 138 aktivis mahasiswa saat ini mendekam di penjara tanpa kejelasan nasib. Sekitar 427 mahasiswa dinyatakan drop out karena turut dalam aksi-aksi demonstrasi bahkan 70 mahasiswa dicabut ijazahnya dan dianggap tidak pernah menjadi mahasiswa."
Seorang mahasiswa Bahrain yang bernama Muhammad Abdul Mahdi karena mengalami penyiksaan berat di penjara rezim akhirnya mengalami luka berat dan mengidap penyakit hilang ingatan. Sayangnya, meskipun menderita luka-luka pihak keamanan Bahrain melarang mahasiswa malang tersebut untuk mendapatkan perawatan.
Sampai saat ini ratusan mahasiswa dan rakyat Bahrain secara umum masih melanjutkan aksi demonstrasinya menuntut Ali Khalifah segera hengkang dari Bahrain dan harus bertanggungjawab atas aksi kekerasan yang tidak manusiawi yang selama 3 tahun terakhir dirasakan oleh rakyat Bahrain.