Menurut Kantor Berita ABNA, sejumlah militer Israel selasa (26/2) menyerang sebuah sekolah khusus putra di Palestina dan menangkap semua murid yang ada. Mereka pada umumnya berusia sekitaran 17-19 tahun. Militer Israel tersebut menangkapi para murid yang tak berdaya masih dengan seragam sekolah mereka, tanpa membolehkan mereka menggunakan pakaian tebal sementara cuaca setempat sangat dingin.
Kesemua murid tersebut dibawa ke dua tempat di kawasan selatan kota Nablas jalur barat Palestina.
Faud Khafsh, direktur pusat Huquqi Ehrar mengutuk keras tindakan militer Israel yang tak beralasan tersebut. Beliau menuntut agar para murid tersebut segera dibebaskan dan dikembalikan kepada keluarga mereka dalam kondisi masih sehat tanpa kurang apapun.