18 Februari 2013 - 17:41

Civitas akademika Universitas Internasional al Mustafa Iran mengutuk kejadian terakhir di Pakistan yang menelan korban puluhan jiwa dan ratusan lainnya luka-luka akibat peledakan bom oleh aksi kelompok teroris yang hendak menimbulkan kekacauan dan merusak persatuan Islam.

Menurut Kantor Berita ABNA, Universitas Internasional al Mustafa Republik Islam Iran mengutuk keras pembantaian massal atas warga Syiah oleh kelompok teroris di Queeta Pakistan. Dalam pernyataan resminya tersebut, pihak universitas menuntut agar pelaku dan otak dibalik segala aksi kekerasan di Pakistan segera diadili oleh pihak berwenang di Pakistan.

Berikut teks lengkap pernyataan pihak Universitas al Mustafa Iran:

بسم الله الرحمن الرحیم

وَ سَیَعْلَمُ الَّذِینَ ظَلَمُوا أَیَّ مُنقَلَبٍ یَنقَلِبُونَ؛

Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

"..Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." (Qs. Asy Syu'araa': 227)

Teror dan aksi kekerasan adalah salah satu strategi musuh Islam untuk memecah belah kaum muslimin dan aksi-aksi yang menelan korban yang tidak berdosa tersebut terus meningkat khususnya pada akhir-akhir ini. Dan untuk yang kesekian kalinya, tragedi memilukan kembali terjadi. Melalui kelompok Wahabi dan kelompok ekstrim Islam, blok musuh: Amerika Serikat, Inggris dan Israel telah menumpahkan darah warga Syiah yang tanpa pembelaan di Queeta Pakistan. Dengan membunuh warga Syiah Queeta Pakistan, kelompok Wahabi yang mengklaim diri sebagai bagian dari kaum muslimin telah menunjukkan kedok busuk dan wajah buruk mereka yang aksinya tersebut telah menggembirakan musuh-musuh Islam.

Sebagaimana tragedi-tragedi sebelumnya, wahabi dan kaki tangan Negara-negara adikuasa telah menodai sejarah dengan aksi keji mereka. Kita telah menjadi saksi atas kebengisan dan kejahatan-kejahatan mereka atas kemanusiaan. Dengan berlandas pada tafsir dan pemahaman mereka terhadap Islam yang picik dan kerdil mereka telah menunjukkan kepada dunia dan generasi yang akan datang akan kejahatan mereka. Pemerintah dan rakyat Pakistan semestinya bersatu dan bahu membahu untuk menghadapi fitnah dari kelompok ekstrim tersebut. Sebab dengan mengatasnamakan diri sebagai penegak ajaran Islam, kelompok Wahabi telah mencoreng dan menodai kemuliaan nama Nabi Muhammad Saw.

Pada bagian akhir pernyataannya, civitas akademika Universitas Internasional al Mustafa Iran mengutuk kejadian terakhir di Pakistan yang menelan korban puluhan jiwa dan ratusan lainnya luka-luka akibat ledakan bom oleh aksi kelompok teroris yang hendak menimbulkan kekacauan dan merusak persatuan Islam. Pihak universitas juga menuntut pemerintah Pakistan dan pihak keamanan agar lebih serius dan secara bertanggugjawab menyikapi aksi kekerasan di Pakistan yang semakin meningkat, khususnya kekerasan dan pembunuhan yang menimpa warga Syiah di Pakistan.