11 Januari 2013 - 19:39

"Pihak-pihak yang kalah dalam pertarungan politik hari ini, selalu saja mengulang-ulang slogan mereka untuk menyelenggarakan pemilu yang bersih, dan seruan itupun turut didukung oleh kelompok munafikin di luar negeri termasuk rezim-rezim diktator Arab, Israel dan Amerika Serikat."

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Ahmad Jannati yang menjadi khatib Jum'at (11/1) pekan ini di Teheran ibu kota Republik Islam Iran dalam khutbahnya menyatakan bahwa di Iran setiap terselenggara pemilu dan senantiasa sehat dan bersih. Beliau berkata, "Saksi disetiap penyelenggaraan pemilu adalah segenap rakyat Iran dan bagi yang mengatakan bahwa pemilu di Iran berlangsung tidak jujur apakah mereka hadir di hari pemberian suara di kotak pemilu, apakah mereka mendaftarkan diri sebagai pemilu dan turut memberikan suaranya?"

Ayatullah Jannati dalam khutbahnya menegaskan rakyat Iran tidak akan terpengaruh dengan slogan "Pemilu Bersih" yang senantiasa didengungkan oposisi dalam setiap penyelenggaraan pemilu, khususnya pada pemilu pilpres Juni mendatang. Menurutnya slogan tersebut sengaja didengungkan pihak oposisi seolah-olah menunjukkan pemilu yang terselenggara selama ini tidak bersih dan jujur. Meski demikian, Ayatullah Jannati menjelaskan bahwa rakyat Iran adalah masyarakat yang arif dan bijak dan seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka akan menggagalkan konspirasi musuh melalui partisipasi di momen-momen sensitif. "Pihak-pihak yang kalah dalam pertarungan politik hari ini, selalu saja mengulang-ulang slogan mereka untuk menyelenggarakan pemilu yang bersih, dan seruan itupun turut didukung oleh kelompok munafikin di luar negeri termasuk rezim-rezim diktator Arab, Israel dan Amerika Serikat." Jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Iran Mostafa Mohammad-Najjar mengatakan pemilihan presiden Iran akan digelar pada tanggal 14 Juni 2013. Pendaftaran para capres akan dilakukan mulai tanggal 7-11 Mei 2013 dan pilpres kali ini akan diselenggarakan bersamaan dengan pemilu dewan kota.

Berbicara tentang krisis di Bahrain, Ayatullah Jannati mengecam penumpasan demonstrasi damai untuk menentang rezim Al Khalifa. Beliau menegaskan, rakyat Bahrain perlu mengetahui bahwa masa depan adalah milik mereka dan tirani tidak akan abadi.

Ulama berpengaruh ini lebih lanjut menyoroti perseteruan politik baru-baru ini di Irak dan mengatakan, "AS dan Israel sedang menebarkan konflik di Irak dan ingin menyeret negara itu ke dalam instabilitas dan perang."

"Rakyat Irak perlu waspada dan bersatu untuk menggagalkan rencana jahat musuh," serunya.

Di bagian akhir, Ayatullah Jannati memuji kerjasama dan kontribusi pemerintah Suriah dalam proses pembebasan para peziarah Iran yang diculik oleh kelompok militan bersenjata di negara itu.