27 Desember 2012 - 22:39

"Pikirkan, jika pengikut dua mazhab besar, Ahlus Sunnah dan Syiah satu sama lain mewujudkan persatuan dalam menghadapi para pemimpin kaum kuffar, maka betapa besar dan dasyhatnya kekuatan yang akan muncul."

Menurut Kantor Berita ABNA, dengan hidupnya semangat kebangkitan Islam di daerah kawasan, khususnya di Negara-negara Afrika Utara membawa angin segar bagi keinginan besar umat Islam untuk mewujudkan persatuan umat dalam menghadapi musuh bersama. Prof. Syaikh Muhammad Utsman Saleh, ketua Persatuan Ulama Sudan, salah seorang tokoh besar yang disegani di Sudan dan kawasan Utara Afrika menyebutkan diantara agenda terpenting umat Islam adalah mewujudkan wahdat Islamiyah, persatuan umat Islam harus terjalin dan terbangun antara mazhab-mazhab Islam yang ada. Untuk mewujudkan agenda tersebut ulama besar Sudan ini mengeluarkan fatwa wajibnya bagi setiap muslim lebih mengedepankan persatuan umat diatas kepentingan pribadi atau golongan, khususnya kebersamaan dalam menghadapi musuh bersama yaitu rezim Zionis dan pihak-pihak yang anti Islam.

Beliau dalam wawancaranya dengan surat kabar Al-Yaum menegaskan dengan adanya persamaan lebih dari 90% antara mazhab Sunni dan Syiah maka sudah selayaknya pengikut dua mazhab besar dalam Islam ini mewujudkan persatuan ummat. "Firman Allah SWT dalam al-Qur'an kesemuanya mengarakan kepada persatuan kaum muslimin sehingga adanya perbedaan diantara ummat bukan alasan untuk saling berselisih dan berpecah belah." Ungkapnya.

Syaikh Muhammad Utsman Saleh dalam wawancara tersebut menyerukan kepada rakyat Arab, rakyat Iran, Turki dan Pakistan untuk bersatu, dan tidak memberikan kesempatan dan celah kepada pihak musuh untuk memecah belah antara pengikut mazhab yang ada. "Pikirkan, jika pengikut dua mazhab besar, Ahlus Sunnah dan Syiah satu sama lain mewujudkan persatuan dalam menghadapi para pemimpin kaum kuffar, maka betapa besar dan dasyhatnya kekuatan yang akan muncul." Tegasnya.

Dalam lanjutan pernyataannya, ketua Persatuan Ulama Sudan tersebut menegaskan bahwa musuh hakiki umat Islam adalah rezim Zionis dan menyerukan kepada seluruh rakyat dan pemerintah Negara-negara muslim untuk menghalangi dan mencegah setiap upaya musuh dalam menghembuskan perselisihan di tengah-tengah umat Islam dengan memanfaatkan isu-isu ikhtilaf dalam mazhab.

"Antara mazhab Ahlus Sunnah dan Syiah memiliki persamaan lebih dari 90%, adapun perbedaan yang terdapat pada keduanya itu disebabkan karena adanya perbedaan dalam meyakini jalannya sejarah." Jelasnya.

Fatwa bersejarah ulama besar Sudan tersebut adalah pukulan telak bagi kelompok Wahabi dan Salafi ekstrim yang membesar-besarkan perbedaan antar mazhab sehingga sampai pada tahap mengkafirkan umat Islam lain yang berbeda pendapat dengan mereka, khususnya Syiah. Fatwa pengkafiran Syiah oleh beberapa ulama Wahabi adalah penyebab tertumpahnya darah ratusan warga Syiah dibeberapa Negara yang berbeda.