Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis, Muhammad Mursi, mengampuni semua tahanan politik yang ditahan sejak awal revolusi tahun lalu dalam perjuangan penggulingan rezim Hosni Mubarak.
Dalam sebuah dekrit yang diliris Senin (8/10) presiden menyatakan amnesti atas "aksi-aksi yang dilakukan untuk mendukung revolusi sejak 25 Januari 2011 hingga 30 Juni 2012, dengan pengecualian kejahatan pembunuhan tingkat pertama. "
Berdasarkan SK tersebut, amnesti mencakup tahanan yang telah dihukum dan mereka yang masih dalam penyelidikan atau sedang diadili.
Namun, keputusan tersebut tidak menyebutkan jumlah pasti dari orang-orang yang telah diampuni oleh presiden.
Sebelumnya, kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa ribuan telah diadili pengadilan militer yang dibentuk oleh Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF).
Pada tanggal 31 Agustus, lebih dari 5.000 pengunjuk rasa menggelar demonstrasi di Kairo menuntut realisasi tujuan revolusi, termasuk di antaranya pembebasan seluruh tahanan politik.
Mereka meminta pemerintah membebaskan para tahanan yang ditangkap selama revolusi.
Para demonstran juga mendesak Mursi meningkatkan upah minimum.
Para aktivis memprotes Mursi dan menudingnya lamban dalam memenuhi tuntutan rakyat.