3 Oktober 2012 - 20:30

Menyusul meninggalnya tiga warga Syiah dalam sebuah aksi brutal pihak keamanan yang hendak membubarkan para pengunjuk rasa beberapa hari sebelumnya, ribuan warga Saudi di kota Awamiyah di provinsi timur Arab Saudi menghadiri prosesi pemakaman para korban. Para pelayat mengungkapkan kemarahannya dengan meneriakkan slogan-slogan mencela Keluarga Saud atas penumpasan brutal tersebut.

Menurut Kantor Berita ABNA, menyusul meninggalnya tiga warga Syiah dalam sebuah aksi brutal pihak keamanan yang hendak membubarkan para pengunjuk rasa beberapa hari sebelumnya, ribuan warga Saudi di kota Awamiyah di provinsi timur Arab Saudi menghadiri prosesi pemakaman para korban.  Para pelayat mengungkapkan kemarahannya dengan meneriakkan slogan-slogan mencela Keluarga Saud atas penumpasan brutal tersebut.

Kematian terbaru tersebut menjadikan jumlah pengunjuk rasa yang tewas menjadi lima belas sejak demonstrasi anti-rezim meletus di Provinsi Timur tahun lalu. 

Sejak Februari 2011, pengunjuk rasa telah mengadakan demonstrasi serentak di beberapa titik di Arab Saudi, terutama di Qatif dan Awamiyah di Provinsi Timur, menyerukan pembebasan semua tahanan politik, kebebasan berekspresi dan berkumpul, dan mengakhiri diskriminasi yang meluas terhadap warga Syiah. 

Para aktivis mengatakan ada lebih dari 30.000 tahanan politik di Arab Saudi. Kebanyakan dari mereka ditahan tanpa dakwaan. Kelompok hak asasi manusia telah menuduh Keluarga Saud memenjarakan para pembangkang politik tanpa pengadilan. 

Menurut Human Rights Watch, rezim Saudi "secara rutin merepresi ekspresi kritis terhadap pemerintah." Pada tanggal 13 Agustus, Menteri Pertahanan Swedia, Karin Enstrom mengkritik pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi, menggambarkan kerajaan sebagai "rezim otoriter dan monarki absolut, di mana kejahatan hak asasi manusia yang serius terjadi." [IT]