Menurut Kantor Berita ABNA, Netanyahu Perdana Menteri rezim Zionis meminta maaf kepada Ban Ki Moon atas kecerobohannya membocorkan pembicaraan rahasia dirinya dengan Sekjen PBB itu.
Mehrnews (24/09) mengutip salah satu harian rezim pendudukan Haaretz melaporkan, menyusul publikasi rincian pembicaraan Netanyahu dengan Ban Ki Moon yang berisi upaya PM rezim Zionis itu untuk mencegah kehadiran Sekjen PBB pada KTT GNB ke-16 Tehran, Netanyahu meminta maaf.
Netanyahu mengatakan bahwa ia tidak bermaksud menekan Ban Ki Moon. Haaretz menulis, ketegangan antara dua pihak ini dimulai sejak 10 Agustus dan ketika Netanyahu melakukan kontak telepon dengan Sekjen PBB tersebut.
Dalam pembicaraan rahasia ini Netanyahu berusaha meyakinkan Ban Ki Moon untuk membatalkan rencana kehadirannya pada KTT GNB ke-16 Tehran. Sekalipun ini adalah pembicaraan rahasia, akan tetapi beberapa menit setelah pembicaraan berlangsung kantor PM rezim Israel segera mempublikasikannya.
Beberapa hari setelah dipublikasikannya pembicaraan rahasia tersebut, Netanyahu melakukan kontak telepon dengan Ban Ki Moon dan meminta maaf atas keteledorannya.
Haaretz juga melaporkan, menyusul permintaan maaf Netanyahu kepada Ban Ki Moon pada awal September, Sekjen PBB ini langsung menghubungi Netanyahu tersebut dan membeberkan rincian pertemuan dirinya dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Khamenei dan Ahmadi Nejad.
Mehrnews menulis, langkah Zionis ini aneh, pasalnya berita penolakan Ban Ki Moon atas keinginan Netanyahu untuk membatalkan kehadirannya di KTT GNB ke-16 Tehran seketika itu langsung dipublikasikan, akan tetapi berita soal permintaan maafnya kepada Sekjen PBB ini baru dipublikasikan setelah lewat dari 1 bulan.