16 September 2012 - 13:23

"Para mahasiswa dan segenap dosen diharapkan tahun ini untuk lebih menunjukkan perhatian penuh kepada dua pusaka yang berharga ini, Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Saw. Segala aktivitas akademi kita harus dimulai dan diawali dengan menjujung tinggi Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Saw. Sebab keduanya adalah syiar mazhab Ahlul Bait yang harus diagungkan."

Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam wa Muslimin Ali Ridha A'rafi Rektor Universitas Internasional al Mustafa Qom Republik Islam Iran dalam acara penyambutan masuknya tahun ajaran baru 1391/1392 HS yang terselenggara di Madrasah Imam Khomeini ra menyatakan bahwa Universitas al Mustafa adalah wadah yang dipenuhi wajah kesungguhan dalam menuntut ilmu, ma'rifat, akhlak dan dakwah. "Kehadiran mahasiswa universitas al Mustafa di tengah-tengah masyarakat Islam dan non Islam telah menjadi sebuah kebutuhan. Dakwah para alumni dan pelajar tidak hanya berkisar seputar dakwah lisan saja namun merambah pada majalah dan makalah-makalah yang telah tersebar dipelosok negeri. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan pada sisi tabligh Islam berkat kegigihan dan kerja keras para penuntut ilmu siang malam."

Selanjutnya dalam sambutannya tersebut, Rektor Universitas Al Mustafa menetapkan tahun ajaran baru sebagai tahunnya Al-Qur'an dan Nabi Muhammad Saw seraya berpesan, "Para mahasiswa dan segenap dosen diharapkan tahun ini untuk lebih menunjukkan perhatian penuh kepada dua pusaka yang berharga ini, Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Saw. Segala aktivitas akademi kita harus dimulai dan diawali dengan menjujung tinggi Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Saw. Sebab keduanya adalah syiar mazhab Ahlul Bait yang harus diagungkan."

"Sebagai Imam Mazhab, Imam Ja'far Shadiq as telah mengajarkan kita para pelajar yang menuntut ilmu di madrasah Ahlul Bait untuk mengedepankan Al-Qur'an dan Sunnah dalam segala hal, terkhusus dalam mendakwahkan Islam, dalam menjawab segala syubhat dan tuduhan, dan dalam menjaga landasan asasi agama serta dalam menghadapi musuh-musuh Islam." Lanjutnya.

"Seorang pelajar agama harus mampu mengenal situasi dan kondisi, memanfaatkan kesempatan yang ada, melakukan hal-hal yang bermanfaat yang dengan kesemua itu bukan hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri namun juga mampu menebarkan manfaat dan hidayah bagi masyarakat, dan kita berusaha semaksimal mungkin untuk tetap menetapi jalan dan metode imam Shadiq as dalam segala amal." Tambahnya lagi.

Pada bagian lain sambutannya, ulama yang juga menjabat sebagai anggota majelis khusus Revolusi Kebudayaan tersebut menyinggung penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw oleh gerakan anti Islam yang menurutnya didalangi oleh gerakan Zionis dengan mengatakan, "Kelompok Islam ekstrim dan sempalan dijadikan alasan oleh kubu anti Islam untuk menyerang kesucian dan kehormatan Islam Muhammadi. Dan mereka dengan segala kesungguhan hendak menunjukkan bahwa islam adalah musuh kemanusiaan dan peradaban."

"Tujuan lain dari penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw adalah memicu pertikaian dan konflik antar pengikut agama dan kepercayaan yang berbeda. Mereka hendak mengobarkan api permusuhan antar umat beragama. Namun kita umat Islam dengan segala kesungguhan akan tetap menjaga dan membela kesucian Islam, Al-Qur'an dan kemuliaan Nabi Muhammad Saw dengan cara-cara yang beradab." Lanjutnya.

Pada bagian akhir sambutannya, DR. A'rafi mengatakan, "Tindakan mereka menunjukkan ketakutan dan kekhawatiran musuh-musuh Islam akan kebangkitan Islam dan Umat Islam. Karenanya kekejian mereka tidak serta merta menjadikan kita lemah namun justru menjadi batu loncatan untuk kita umat Islam semakin menampakkan keagungan dan kehormatan."