1 September 2012 - 09:28

Hak-hak golongan minoritas agama khususnya pengikut Ahlul Bait dalam negara-negara ini agar diberi penghormatan dan pengakuan secara resmi oleh undang-undang yang dengan itu mereka mendapat perlindungan.

Menurut Kantor Berita ABNA, Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait as menulis surat dalam 3 bahasa yang ditujukan kepada semua peserta KTT XVI GNB Teheran yang berisi tuntutan agar hak asasi pengikut mazhab Syiah dihormati di seluruh dunia.

Hujjatul Islam Wal Muslimin Ahkhtari menegaskan, "Pengikut Ahlul Bait juga punya hak dan kebebasan untuk menyelenggarakan syiar-syiar mazhab mereka, sebagaimana komunitas lain yang secara bebas mengadakan majelis berdasarkan keagamaan, kebudayaan, atau tata cara  maszhab masing-masing."

Berikut pesan tertulis Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait as yang ditujukan kepada negara-negara peserta KTT XVI GNB Teheran 2012:

Dengan nama Allah yang Maha Tinggi

 

Berkenaan dengan ini Majma' Jahani Ahlul Bait (a.s) mengapresiasi potif berlangsungnya penyeleggaraan KTT XVI GNB di Teheran terlebih lagi dengan kehadiran para pejabat tinggi negara-negara anggota di Republik Islam Iran yang mengiringi harapan untuk kesuksesan yang lebih kepada semua negara anggota. Begitu juga kami menyatakan harapan agar konferensi ini menjadi awal transformasi untuk memperat segala bentuk keterkaitan dan hubungan antar negara, bangsa-bangsa untuk menjalankan perlaksanaan program perdamaian, kesejahteraan, keamanan di seluruh dunia (khususnya untuk negara anggota), anti kemiskinan, perluasan keadilan, kedekatan, kerjasama antara negara serta rakyatnya, saling membantu sehingga dapat melindungi golongan minoritas dan mereka yang tertindas dalam pergaulan global.

Sejak beberapa bulan belakangan kita menyaksikan berbagai peristiwa telah terjadi di beberapa tempat yaitu konflik, penistaan atas negara yang berdaulat, aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap golongan minoritas, serangan ke atas jiwa, harta dan kehormatan golongan yang tertindas. Begitu juga serangan atas umat Islam khususnya pengikut Ahlul Bait di beberapa negara dan kawasan sehingga menelan korban jiwa insan-insan yang tidak berdosa serta pemusnahan tempat-tempat suci. Berdasarkan tanggungjawab besar masing-masing, para pemimpin negara-negara GNB diharap supaya dapat mencegah terjadinya kembali peristiwa-peristiwa tragedi tersebut dengan mengambil langkah efektif secepat mungkin berdasar pada prinsip keadilan dan prikemanusiaan.

Oleh karena itu, Majma' Jahani Ahlul Bait sebagai diantara organisasi internasional non profit yang menjalin komunikasi dan keterikatan dekat dengan para pengikut Ahlul Bait, dengan ini meminta kepada seluruh perserta KTT XVI GNB Teheran 2012 supaya memberikan perhatian serius terhadap beberapa masalah berikut:

1. Hak-hak golongan minoritas agama khususnya pengikut Ahlul Bait dalam negara-negara ini agar diberi penghormatan dan pengakuan secara resmi oleh undang-undang yang dengan itu mereka mendapat perlindungan.

2. Pengikut Ahlul Bait dilindungi sebagaimana halnya warga negara lain yang bebas menyelenggarakan majelis berdasarkan keagamaan, kebudayaan, mazhab dan tradisi dalam komunitas mereka sendiri.

3. Melindungi syiar-syiar agama dan mazhab mereka.

4. Negara-negara anggota GNB untuk tidak membiarkan kezaliman atas golongan minoritas khususnya pengikut Ahlul Bait.

5. Mengenai orang-orang yang melanggar hak asasi, jiwa, harta serta kehormatan yang tidak berprikemanusiaan, oknum-oknum tersebut hendaklah diambil tindakan sepatutnya agar menimbulkan efek jera sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi di masa mendatang.

6. Meminta kepada tokoh-tokoh agama dan elit yang berpengaruh di kalangan masyarakat agar berusaha meredamkan suasana, memberikan nasehat secara bijak kepada masyarakat agar tidak terjadi konflik atau bentrokan yang tidak perlu. 

7. Demikian juga kami meminta kepada para pejabat tinggi negara-negara anggota GNB agar tidak terhasut isu-isu perpecahan yang dipicu dari adanya isu perbedaan oleh mereka yang mengklaim diri sebagai ulama dan pemimpin umat yang telah mengeluarkan fatwa atau seruan untuk mengagitasi terjadinya pertumpahan darah, serangan terhadap jiwa, harta dan kehormatan manusia serta pengrusakan tempat-tempat yang disucikan.

Terakhir, Majma' Jahani Ahlul Bait mengambil kesempatan ini untuk menyatakan sekali lagi penghormatan, harapan keberhasilan, kemakmuran dan peningkatan kemajuan bangsa-bangsa anggota GNB, serta kesyukuran yang tulus atas limpahanNya.

Sekian dan terima kasih

Muhammad Hasan Akhtari

Sekjen Majma' Jahani Ahlul Bait

 

Diberitakan, Abbas Haidar selaku wakil Majma' Ahlul Bait telah menyampaikan surat tersebut setelah diterjemahkan dalam 3 bahasa kepada semua perwakilan dalam KTT GNB di Teheran.