31 Agustus 2012 - 04:40

Sekjen PBB menggambarkan Republik Islam sebagai negara berpengaruh di arena regional dan internasional dan menekankan bahwa PBB akan memiliki kerjasama dan konsultasi yang luas dengan GNB selama kepresidenan Iran.

Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan kepemimpinan Iran di Gerakan Non-Blok (NAM) untuk tiga tahun ke depan memberikan kesempatan yang baik bagi penyelesaian isu-isu regional dan internasional.

 

Ban membuat pernyataan dalam pertemuan dengan Ketua Majlis Iran, Ali Larijani pada hari Rabu (29/8/12) di sela-sela KTT GNB di ibukota Iran, Tehran.


Dia menggambarkan Republik Islam sebagai negara berpengaruh di arena regional dan internasional dan menekankan bahwa PBB akan memiliki kerjasama dan konsultasi yang luas dengan GNB selama kepresidenan Iran.


Mengenai perkembangan yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, khususnya di Suriah, sekjen PBB mengatakan bahwa KTT GNB memberikan kepala gerakan dengan kesempatan yang cocok untuk menyampaikan pesan kepada pemerintah Suriah dan oposisi bahwa mereka sangat menentang aksi militer di Suriah.


Dia menyatakan harapan bahwa Republik Islam Iran akan lebih mengefektifkan peran vitalnya di Suriah melalui kerjasama dengan Perwakilan Khusus PBB-Liga Arab yang baru untuk Suriah, Lakhdar Brahimi.


Larijani, dalam pembicaraannya memuji keberadaan Ban di Iran untuk menghadiri KTT GNB sebagai kesempatan baik untuk saling berkonsultasi mengenai isu-isu regional dan internasional yang penting dan mengatakan kehadirannya dalam KTT itu merupakan indikasi dari perhatian khusus kepada motivasi dan tujuan dari gerakan .


Dia mengatakan bahwa selama tiga tahun kepemimpinannya pada gerakan, "Republik Islam Iran pasti akan membela hak-hak para anggota melalui mengadopsi sebuah kebijakan yang independen."

Mengomentari situasi di Suriah, Larijani mengatakan bahwa "Republik Islam Iran selalu mengumumkan bahwa mereka mendukung reformasi demokrasi di Suriah dan akan melakukan yang terbaik untuk membantu memulihkan perdamaian di negeri ini."


Dia juga meminta Sekjen PBB untuk memainkan peran aktif lebih lanjut untuk mencegah negara-negara tertentu dari menciptakan kekacauan di Suriah.

Sekjen PBB sementara berada di Iran untuk menghadiri KTT Gerakan Non-Blok ke-16.(Islam Times)