23 Agustus 2012 - 19:30

Akan hadir juga Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang tetap datang walaupun ditentang oleh AS dan Israel. Rencananya, dalam pembukaan nanti, pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Khamenei akan menyampaikan pidatonya.

Menurut Kantor Berita ABNA, Muhammad Reza Furqani juru bicara penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok yang ke-16 Teheran, dihadapan sejumlah wartawan menyatakan, "Dari penyampaian resmi yang telah masuk, telah ada 31 negara yang menyatakan kesediaan presiden atau perdana menterinya akan hadir dalam KTT Gerakan Non Blok di Teheran nanti. 10 negara yang akan mengutus menteri luar negeri, 4 negara mengutus pejabat khusus dan beberapa negara lainnya akan menyertakan kedutaan besarnya dalam konferensi nanti." "Ini adalah penyampaian resmi terakhir dari beberapa negara yang telah diundang." Lanjutnya. Beliau selanjutnya menjelaskan ada undangan khusus diberikan pula kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Abdullah Gul. Sementara itu pemerintah Arab Saudi dan Bahrain meskipun telah lama undangannya disampaikan namun secara resmi belum memberikan kesediaan untuk hadir sampai saat ini. Begitupun belum ada jawaban dari Presiden Suriah, Basar Assad. Mengenai siapa yang akan mewakili Palestina di Konferensi nanti, Ismail Haniyah atau Mahmud Abbas, Furqani mengatakan, "Menurut aturan, undangan akan diberikan kepada pejabat tertinggi dari setiap negara, karenanya undangan konferensi ditujukan kepada Mahmud Abbas." Furqani juga menyampaikan Presiden Mesir Mohammad Mursi adalah salah satu presiden yang juga akan hadir. Mursi adalah presiden Mesir pertama yang datang ke Iran sejak revolusi Islam tahun 1979. Akan hadir juga Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang tetap datang walaupun ditentang oleh AS dan Israel. Rencananya, dalam pembukaan nanti, pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Khamenei akan menyampaikan pidatonya. Sebagai tuan rumah, Iran tengah menyiapkan rancangan deklarasi yang akan dibacakan pada akhir KTT. Dalam deklarasi itu diperkirakan akan dicantumkan hak-hak penggunaan teknologi nuklir untuk damai dan kutukan terhadap Israel dan pendudukannya atas wilayah Palestina. Menyusul KTT tersebut, Israel dengan tegas menyampaikan peringatannya terhadap Ban Ki-moon dan para pemimpin dunia yang akan hadir. Israel mengatakan, KTT itu akan menjadi perangkap Iran untuk melancarkan propagandanya kepada dunia. "KTT ini tidak diragukan lagi akan digunakan rezim Iran untuk urusan propaganda. Iran juga akan mencoba melegitimasi kebijakan-kebijakan mereka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor. "Kami berharap mereka yang memutuskan datang untuk waspada terhadap manipulasi dan agar tidak jatuh dalam perangkap," kata Palmor. Puncak KTT akan digelar pada tanggal 30-31 Agustus di Teheran. Media-media lokal menuliskan bahwa KTT itu akan menjadi "ajang unjuk kekuatan melawan arogansi global" dan "bendungan kuat melawan Amerika." Selain sebagai alat politik, Iran juga akan menggunakan KTT GNB sebagai ajang promosi budaya dan pariwisata kepada lebih dari 7.000 delegasi negara asing. Dalam seminggu pelaksanaan KTT, Iran akan meliburkan sekolah dan kantor agar lalu lintas tidak macet.