Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran DR. Ahmadinejad di sela-sela KTT OKI di Mekkah Rabu (15/8), dalam pertemuan dengan Presiden Turki, Abdullah Gul menyatakan, "Berbagai peristiwa akan berlalu, akan tetapi kita eksis dan harus bekerjasama dan melanjutkan hidup." Menyinggung fakta bahwa bangsa-bangsa menuntut keadilan, kebebasan, dan kehormatan, Ahmadinejad menyatakan, "Dengan represi, tidak ada pihak yang menang dan pemerintah yang berkuasa dengan represi, maka besok tidak akan dapat mempertahankan kedaulatannya." Ditambahkan Ahmadinejad bahwa terdapat pembahasan panjang tentang cara-cara reformasi seraya menekankan bahwa reformasi tidak boleh dilakukan dengan pembunuhan dan perang. "Saya terkejut dengan dengan sikap sejumlah raja di kawasan yang menyudutkan Suriah sementara, warga mereka sendiri tidak menginginkannya." Tentang sikap pemerintah Iran terkait Suriah, Ahmadinejad mengatakan, "Iran dengan sekuat tenaga akan mengupayakan kondisi yang tenang, berkemanusiaan dan adil di Suriah sehingga tidak ada warga yang menjadi korban dan situasi semakin rumit." Sementara itu Abdullah Gul, presiden Turki kepada Ahmadi Nejad yang menyebut dirinya sebagai sahabat bangsa Iran karena Iran adalah pendukung tegaknya keadilan, menyatakan, "Kami juga menginginkan adanya perdamaian, kami tidak menghendaki pamer dan unjuk kekuatan. Kami juga sedang menempuh langkah-langkah untuk terciptanya perdamaian dan ketenangan." Presiden Republik Islam Iran juga memanfaatkan momen konferensi itu untuk bertemu dengan presiden Sudan dan keduanya bertekad untuk semakin memperkokoh kerja sama dan saling sepemahaman. Ahmadi Nejad menyatakan dukungan kepada Umar al Basyir atas kepemimpinannya. "Saya melihat keadaan Sudan dan tekanan atas negara ini terlalu banyak, sedangkan anda bangkit melawan. Saya percaya janji Allah itu benar." ucap Ahmadi Nejad.
15 Agustus 2012 - 19:30
Kode berita: 337223
"Saya terkejut dengan dengan sikap sejumlah raja di kawasan yang menyudutkan Suriah sementara, warga mereka sendiri tidak menginginkannya."