Menurut Kantor Berita ABNA, Pengangkatan Salman bin Abdul Aziz sebagai pangeran mahkota diumumkan Senin (18/6) waktu setempat, sehari setelah pemakaman Pangeran Nayef di Mekah. "Demi kepentingan umum, kami telah memilih Pangeran Salman bin Abdulaziz sebagai pangeran mahkota dan mengangkatnya sebagai wakil perdana menteri dan tetap menjabat sebagai menteri pertahanan," demikian bunyi surat keputusan raja. Siapakah sebenarnya Pangeran Salman yang menjadi penerus ketiga Raja Abdullah setelah dua saudara laki-lakinya meninggal dunia dalam kurun waktu 18 bulan terakhir. Penunjukkan Pangeran Salman sudah diperkirakan sebelumnya. Adik laki-lakinya, Pangeran Ahmed, akan menjadi menteri dalam negeri. Pangeran Salman bin Abdul Aziz al-Saud saat ini menjabat sebagai menteri pertahanan dan telah menjadi gubernur Riyadh selama puluhan tahun. Pangeran Salman bin Abdul Aziz memiliki saham sekitar 10 persen di pasar Arab Saudi termasuk saham di Koran al-Sharq al-Awsat. Ia pun dikenal cukup konservatif dan menolak segala bentuk reformasi serta perubahan. Sebuah telegraph yang dikirim Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh pada tahun 2007 dan dirilis situs Wikileaks terkait Pangeran Salman menyebutkan, Salman menentang demokrasi dan kebebasan. Ia meyakini dua hal ini tidak tepat bagi Arab Saudi. Oleh karena itu, Pangeran Salman menentukan batasan ketat bagi kubu konservatif khususnya terhadap reformasi budaya dan sosial. Ia pun merupakan sosok yang diterima Gedung Putih dan memiliki hubungan khusus. Robert Jordan, mantan duta besar AS untuk Arab Saudi di tahun 2001-2003 terkait hal ini mengatakan, Pangeran Salman termasuk salah satu anggota keluarga al-Saud yang memiliki kapasitas memimpin negara ini. Ia pun terhitung sosok yang mempertahankan tradisi konservatif. Ia menambahkan, meski Pangeran Salman tidak langsung menerima serta melaksanakan instruksi dan dikte Washington, namun ia adalah pribadi yang memandang tinggi hubungan kedua Negara. Pangeran Salman setelah lebih dari 50 tahun menjadi gubernur Riyadh, tahun lalu setelah Pangeran Nayef diangkat sebagai pangeran mahkota, ditunjuk menjadi menteri perminyakan Arab Saudi. Departemen ini sejak beberapa tahun lalu bertanggung jawab membeli persenjataan bagi Arab Saudi dari berbagai negara termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Perancis. Setelah memangku jabatan menteri perminyakan dan energi, Pangeran Salman langsung melakukan perjalanan keliling menemui sejumlah pemimpin Barat termasuk, Perdana Menteri Inggris, David Cameron dan Presiden AS, Barack Obama. Pangeran Salman harus diakui sebagai salah satu pribadi paling berpengaruh di keluarga al-Saud. Buktinya saat Raja Abdullah melakukan reformasi semu ia langsung memperingatkan bahwa reformasi ini harus dilakukan sangat perlahan untuk menghindari kemarahan kubu konservatif Arab Saudi. Pangeran Salman juga dikenal sebagai sosok yang membela perbedaan strata. Salman adalah putra ke-25 Raja Abdul Aziz, pendiri Arab Saudi. Dia adalah salah seorang dari tujuh saudara satu ibu satu ayah yang dikenal sebagai "Tujuh Sudairi". Ibu mereka, almarhumah Hassa bint Ahmad al-Sudairi, merupakan istri Raja Abdul Aziz yang paling berpengaruh. Di antara anggota Tujuh Sudairi lainnya adalah almarhum Raja Fahd, almarhum Putra Mahkota Pangeran Sultan, dan almarhum Putra Mahkota Pangeran Nayef. Jelas di sini bahwa kelompok Sudairi di lingkungan keluarga al-Saud masih sangat berpengaruh. Sehingga sampai saat ini sudah empat orang dari kelompok ini telah memegang pimpinan tinggi di Arab Saudi. Mulai dari Pangeran Fahd yang menjadi raja hingga Pangeran Sultan dan Nayef yang menjadi pangeran mahkota serta sekarang tiba giliran Pangeran Salman.
22 Juni 2012 - 19:30
Kode berita: 324087
Akhirnya jelas sudah siapa pengganti Pangeran Mahkota Arab Saudi yang meninggal, Pangeran Nayef bin Abdul Aziz. Raja Arab Saudi Abdullah menunjuk saudara satu ayah, Pangeran Salman, sebagai pangeran mahkota dan ahli waris tahta setelah kematian Pangeran Mahkota Pangeran Nayef, pada Sabtu lalu.