22 Mei 2012 - 14:22
Kode berita: 316934
Gerakan Wahabi Arab Saudi dilaporkan telah mengelontorkan dana sebanyak 500.000 dolar AS untuk pembunuhan Molavi Jangi Zehi. Dugaan tersebut berdasarkan kesaksian dua orang yang telah diciduk pihak kepolisian Iran dan memberikan pengakuan mengenai adanya kucuran dana tersebut.
Menurut Kantor Berita ABNA, Hakim Pengadilan Zahedan, Mohammad Marzieh menyatakan beberapa orang telah mengaku terlibat dalam kasus pembunuhan ulama Sunni Iran awal tahun lalu.
Gerakan Wahabi Arab Saudi dilaporkan telah mengelontorkan dana sebanyak 500.000 dolar AS untuk pembunuhan Molavi Jangi Zehi. Dugaan tersebut berdasarkan kesaksian dua orang yang telah diciduk pihak kepolisian Iran dan memberikan pengakuan mengenai adanya kucuran dana tersebut.
Jangi Zehi seorang tokoh ulama kharismatik Sunni yang memberikan dukungan dan pernyataan kesetiaannya terhadap Republik Islam Iran. Beliau juga bahkan sering mengecam Wahabi berkenaan permusuhannya terhadap Iran dan Syiah. Beliau menjabat Imam Shalat Jum'at. Awal tahun lalu, sehabis memimpin shalat Ashar di masjid dan dalam perjalanan pulang ke rumahnya, peluru tajam telah merenggut nyawanya. Beliau dibunuh oleh sekelompok teroris di selatan kota Rask.
Ulama Sunni tersebut dikenal sebagai tokoh yang sering menyuarakan kekesalannya atas keterlibatan Riyadh dan Manama berkenaan dengan kondisi umat Sunni di Iran. Beliau membantah keras bahwa Sunni di Iran dizalimi dan diperlakukan tidak adil oleh pemerintahan Iran yang Syiah.
Sebelum pembunuhan ulama tersebut, Jangi Zeghi telah beberapa kali menerima ancaman dari pihak musuh untuk menghentikan kecaman-kecamannya termasuk anjurannya kepada komunitas Sunni di Iran untuk tetap terlibat dalam Pemilu bahkan menyebutnya keikutsertaan dalam pemilu adalah salah satu kewajiban agama.
Ulama Sunni tersebut juga telah memainkan peranan yang penting dalam memperluaskan ide persatuan Sunni-Syiah di kalangan masyarakat Ahlu Sunnah Wal Jamaah.
Pihak Kepolisian Iran pada 11 April lalu telah berhasil melakukan penangkapan terhadap beberapa orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Hasil penyidikan kepolisian pun menyebut bahwa Organisasi Mujahedin-e Khalq (MKO) turut terlibat dalam kasus tersebut dengan bantuan Saudi.