1 April 2012 - 21:20

Ismail Haniyah, Perdana Menteri Palestina dalam pernyataannya setelah shalat Jum'at (30/3) menyebutkan hari pembebasan Palestina dari cengkraman rezim Zionis semakin dekat. Upaya Israel membuat pemukiman Yahudi di kawasan Baitul Muqaddas tidak akan mampu menyingkirkan kecintaan dan perhatian umat Islam akan kiblat pertama umat Islam tersebut.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ismail Haniyah dalam pernyataan terbarunya berkenaan dengan hari aksi solidaritas Palestina se dunia mengatakan, "Aksi solidaritas dunia atas Al Quds setelah shalat Jum'at diadakan di Gaza, tuntutan aksi ini jelas, menuntut agar rezim Zionis keluar dari Al Quds, dan kami yakin hari terbebasnya Al Quds dari cengkraman penjajah semakin dekat." Perdana Menteri Palestina tersebut selanjutnya menambahkan, "Kami mengharapkan kepada warga Arab dan dunia Islam secara keseliruhan untuk senantiasa menempatkan al Quds dan masjid al Aqsa dalam hati-hati mereka, bahwa apapun yang terjadi terhadap tempat-tempat yang disucikan umat Islamitu adalah juga urusan mereka, bukan hanya menjadi urusan bangsa Palestina saja. Rezim Israel semakin terang-terangan menampakkan keinginan mereka untuk menjadikan Baitul Muqaddas sebagai tempat peribadatan Yahudi dan menyingkirkan umat Islam dari sana, karenanya menjadi kewajiban kaum muslimin untuk mencegah dan menghalangi keinginan mereka itu.". Ismail Haniyah, Perdana Menteri Palestina dalam pernyataannya setelah shalat Jum'at (30/3) menyebutkan hari pembebasan Palestina dari cengkraman rezim Zionis semakin dekat. Upaya Israel membuat pemukiman Yahudi di kawasan Baitul Muqaddas tidak akan mampu menyingkirkan kecintaan dan perhatian umat Islam akan kiblat pertama umat Islam tersebut.