30 Maret 2012 - 19:30

Meskipun Suriah telah menyatakan kesediaan untuk bekerjasama sebagaimana yang diserukan Liga Arab, namun Menteri Luar Negeri Amerika Serikat tetap meluapkan rasa tidak puasnya dan masih tetap bertekad mengambil tindakan terhadap Suriah.

Menurut Kantor Berita ABNA, masalah Suriah hangat dibahas dalam pertemuan Liga Arab di Baghdad kamis (29/3). Mayoritas penguasa Arab menginginkan agar secepatnya perdamaian dan kestabilan Negara terwujud di Suriah, sementara mereka sendiri mengetahui bahwa keamanan sulit tercapai dan konflik terus berlanjut karena adanya dukungan Paksi Barat-Arab dalam mendukung kelompok oposisi bahkan memberikan bantuan persenjataan kepada kelompok teroris yang membuat semakin sulitnya menemukan kata sepakat antara pemerintah Suriah dengan kelompok oposisi. Berikut kami sajikan beberapa berita terhangat yang terjadi di Suriah: Lima akademisi Iran yang Diculik Kelompok Teroris Akhirnya Dibebaskan Menurut Kantor Berita Press TV, lima akademisi Iran yang diculik kelompok teroris akhirnya dibebaskan dan saat ini sedang berada di Turki. Kelimanya diculik sejak tiga bulan lalu di kota Homs. Terbunuhnya Kolonel Suriah Koran Al-Thawrah menurunkan berita mengenai seorang pejabat militer Suriah berpangkat Kolonel dibunuh oleh 4 pria bersenjata di wilayah Jobar, Damsyiq. Kantor Berita Suriah (SANA) pada saat yang sama juga memberitakan mengenai nasib dua lagi kolonel Suriah dibunuh di kota Halab, kawasan bagian utara negara tersebut. SANA juga turut melaporkan mengenai empat orang tentara dan seorang polisi yang sebelumnya telah mengalami penculikan dan penahanan oleh kelompok oposisi di Idlib telah berhasil diselamatkan pasukan keamanan Suriah dalam satu operasi penyerangan ke sarang kelompok oposisi tersebut. kelompok oposisi yang mulai terdesak dan sering mengalami kekalahan ketika berhadapan dengan pasukan keamanan pemerintah menumpahkan rasa frustasi mereka dengan melakukan pembunuhan dan pembantaian warga sipil yang tidak berdosa, dan secara manipulatif menyatakan bahwa pelaku pembunuhan warga adalah pihak keamanan Suriah. Washington Tekan Bashar Asad Meskipun Suriah telah menyatakan kesediaan untuk bekerjasama sebagaimana yang diserukan Liga Arab, namun Menteri Luar Negeri Amerika Serikat tetap meluapkan rasa tidak puasnya dan masih tetap bertekad mengambil tindakan terhadap Suriah. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Victoria Nuland dalam salah satu jumpa pers dihadapan media menyatakan presiden Bashar Asad enggan bekerjasama dengan Liga Arab dan tidak peduli atas nasehat pesan damai dari mantan Sekjen PBB, Kofi Annan. Nuland turut menyatakan kebimbangan Amerika Serikat mengenai tragedi di Suriah sambil berjanji, negaranya akan bertindak menekan Suriah. 12 Utusan Kurdi Keluar dari Kelompok Anti-Suriah Menurut laporan Kantor Berita Khabar Yek, pertemuan dua hari kelompok oposisi Suriah di Istanbul atas nama "Rakan Suriah" dikejutkan dengan keputusan 12 perwakilan suku Kurdis keluar dari dewan perhimpunan. Laporan media Turki tersebut menyatakan perselisihan tersebut muncul akibat wakil-wakil yang hadir menuntut secara resmi pengakuan hak-hak asasi mereka di Suriah. Bashar Asad Tampil di Baba Umar Presiden Bashar Asad rabu (28/3) muncul di kawasan Baba Umar, Homs untuk melihat sendiri kekalahan telak pihak pemberontak. Beliau sempat berkunjung dan berdialog langsung dengan warga setempat yang telah kembali ke rumah masing-masing setelah kawasan tersebut mulai aman dan berada dalam kendali sepenuhnya di tangan pemerintah. Presiden Suriah tersebut berjanji akan segera membangunkan semua sarana dan prasarana yang rusak dan hancur akibat perbuatan kelompok pemberontak. Beliau menekankan bahwa pihak pemerintah tidak akan berhenti dari melaksanakan tanggung jawabnya menjaga keamanan dan keselamatan warga meskipun operasi mengusir pemberontak telah mencapai keberhasilan.