13 Februari 2012 - 20:30

Majma Jahani Ahlul Bait bekerjasama dengan pengelola Haram Sayyidah Maksumah Qom dan Kantor Berita ABNA menyelenggarakan aksi solidaritas "Setahun Revolusi Bahrain" di Haram Sayyidah Maksumah malam Selasa kemarin (13/2).

Menurut Kantor Berita ABNA, untuk mengenang mulainya aksi revolusi rakyat Bahrain 14 Februari tahun lalu, Majma Jahani Ahlul Bait bekerjasama dengan pengelola Haram Sayyidah Maksumah Qom dan Kantor Berita ABNA menyelenggarakan aksi solidaritas "Setahun Revolusi Bahrain" di Haram Sayyidah Maksumah malam Selasa kemarin (13/2). Acara yang dimulai setelah shalat Isya berjama'ah tersebut dihadiri oleh Pimpinan Majma Jahani Ahlul Bait as Hujjatul Islam wa Muslimin Muhammad Hasan Akhtari dan beberapa ulama besar Qom termasuk beberapa deretan ulama marja taklid. Tiga tokoh dan ulama Qom melakukan orasi dukungan terhadap perjuangan rakyat Bahrain, Hujjatul Islam Muhammad Hasan Akhtari selaku pimpinan Majma Jahani Ahlul Bait, AyatullahQurban Ali salah seorang ulama besar Qom dan orasi penutup oleh salah seorang pelajar Hauzah Iran berkewarganegaraan Bahrain, Hujjatul Islam wa Muslimin Ramadhan Mirza yang menyampaikan orasinya dalam berbahasa Arab. Beliau juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada warga Qom yang telah memberikan dukungan secara moril atas perjuangan rakyat Bahrain dan senantiasa melakukan aksi unjuk rasa menentang dan mengecam kebiadaban rezim Ali Khalifah dalam menghadapi para revolusioner Bahrain. Ulama besar Qom yang sempat hadir dalam aksi solidaritas tersebut diantaranya, Ayatullah Al Uzhma Nuri Hamadani, Ayatullah Al Uzhma Alawi Gurgani, Hujjatul Islam wa Muslimin Syaikh Ali Shafi Ghulpagani, Hujjatul Islam wa Muslimin Thabib Zadeh, Ayatullah Ustadi, Ayatullah Kharazi, Ayatullah Alawi Burujerdi, Ayatullah Nasrullah Shah Abadi, Ayatullah Hadi Tehrani dan Ayatullah Jawad Fadhil Lankarani. Selain itu juga hadir ulama-ulama dan aktivis muslim dari berbagai Negara, seperti Pakistan, Afghanistan, Arab Saudi, Yaman, termasuk Indonesia. Aksi solidaritas yang dihadiri ratusan orang tersebut diliput secara langsung oleh beberapa stasiun Tv dan radio serta surat kabar dari dalam negeri maupun media asing.