9 Februari 2012 - 20:30
Kode berita: 295729
"Berkat kehadiran Imam Khomeini dan kepemimpinannya, Islampun mampu menembus pelosok-pelosok dunia yang jauh yang kemudian dilanjutkan oleh Ayatullah Ali Khamenei yang menghujamkan panji-panji Islam lebih dalam sehingga lebih kokoh dalam menghadapi kuasa angkuh dunia."
Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam Muhammad Hasan Akhtari dalam pertemuan Rabu (8/2) di Teheran guna membahas pembaharuan perjanjian kerjasama Majma Jahani Ahlul Bait mengatakan, "10 Fajr (sepuluh hari kejatuhan Shah Iran setelah Imam Khomeini kembali dari pengasingan) tahun ini sama seperti tahun 1979 di mana ia bertepatan dengan bulan Rabiul Awwal, kelahiran Rasulullah dan kelahiran Imam Ja'far."
Beliau selanjutnya menambahkan, "Kebangkitan Imam Khomeini mencapai kejayaan di mana Rasulullah saww juga mencapai kemenangan, dan beliau juga membentuk negara Islam sebagaimana di semenanjung tanah Arab dahulu, yaitu bertepatan dengan permulaan kurun ke-15 Hijrah. Persamaan momen ini menakjubkan dan menarik perhatian".
Hujjatul Islam Akhtari menerangkan bahwa umat Islam saat ini dapat menyaksikan kemenangan dan semangat kebangkitan Islam di berbagai Negara yang semakin hari semakin mendekati kejayaan.
"Alangkah gembiranya kita menyaksikan setiap hari makam Imam Khomeini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat." Ujarnya kemudian.
Beliau menjelaskan, "Kemenangan, kegemilangan dan kebanggaan umat Islam Iran, kerohanian dan ajaran Syiah di zaman ini sangat berhutang budi dengan jasa-jasa dan perjuangan Imam Khomeini."
Hujjatul Islam Akhtari menambahkan, "Berkat kehadiran Imam Khomeini dan kepemimpinannya, Islampun mampu menembus pelosok-pelosok dunia yang jauh yang kemudian dilanjutkan oleh Ayatullah Ali Khamenei yang menghujamkan panji-panji Islam lebih dalam sehingga lebih kokoh dalam menghadapi kuasa angkuh dunia."
Beliau menegaskan, "Hari ini berkat Revolusi Islam Iran, kita saksikan pemimpin kuasa angkuh dunia seperti presiden Amerika Serikat bukan hanya tidak popular di kalangan masyarakat dunia, bahkan ia tidak popular juga di kalangan rakyatnya sendiri."
Hujjatul Islam Ahktari di akhir ucapannya menyatakan harapan agar masyarakat Iran meneruskan apa yang mereka lakukan sekarang ini dengan perlawanan, berdiri teguh dan revolusi Islam dihubungkan dengan kebangkitan Imam Mahdi as.