6 Februari 2012 - 20:30

"Mencintai dan mengagungkan Nabi adalah perintah tegas dari Allah SWT. Mengenang segala peristiwa penting yang berkaitan dengan Nabi adalah dalam rangka menumbuhkan kecintaan kepada Nabi sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT. Karenanya memperingati maulid Nabi tidak bisa dikatakan sebagai amalan bid'ah sebab ada landasannya dalam Al-Qur'an dan Hadits."

Menurut Kantor Berita ABNA, Sayyid Muhammad Baqir al Mahdi Pemimpin Besar Syiah di Kuwait dalam menyatakan suka citanya atas masuknya bulan Rabiul Awal dan menyebutnya sebagai momen yang sangat tepat untuk menambah kecintaan kepada Nabi Besar umat Islam Muhammad saww. Menurutnya umat Islam sedunia sejak dulu telah menjadikan Rabiul Awal sebagai bulan bersejarah dalam Islam yang patut untuk diperingati. "Peringatan Maulid Nabi saww bukanlah merupakan bentuk penyembahan kepadanya sehingga dapat dinilai sebagai syirik kepada Tuhan. Yang umat Islam lakukan adalah memuliakan dan mengagungkan Nabi sebagaimana selayaknya beliau sebagai makhluk terbaik ciptaan Tuhan. Sayangnya, tidak sedikit kelompok dalam Islam yang sulit membedakan antara memuliakan dengan menyembah." Ungkapnya. Ulama Syiah ini melanjutkan, "Mereka menyangka bahwa ibadah dan memuliakan wali-wali Allah adalah satu hal yang sama, karenanya mereka mengharamkan peringatan Maulid Nabi." Selanjutnya ulama besar Kuwait ini menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi adalah kesepakatan seluruh umat Islam sedunia sejak dulu dan terus berlanjut disemarakkan sampai saat ini. "Mencintai dan mengagungkan Nabi adalah perintah tegas dari Allah SWT. Mengenang segala peristiwa penting yang berkaitan dengan Nabi adalah dalam rangka menumbuhkan kecintaan kepada Nabi sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT. Karenanya memperingati maulid Nabi tidak bisa dikatakan sebagai amalan bid'ah sebab ada landasannya dalam Al-Qur'an dan Hadits." "Dalam Shahih Muslim jilid 2, halaman 819 dalam pembahasan Puasa dikatakan, ketika ditanyakan alasan Nabi berpuasa pada hari Senin beliau menjawab, sebab hari senin adalah hari dimana beliau dilahirkan dan hari dimana Al-Qur'an pertama kali diturunkan." Jelasnya. Beliaupun lebih lanjut mengungkapkan ketidak sepakatannya dengan ulama mufti Arab Saudi yang mengharamkan umat Islam merayakan maulid Nabi dan menyebutnya sebagai amalan bid'ah karena tidak pernah dianjurkan Nabi dan tidak pernah dicontohkan para Khulafaur Rasyidin.