28 Januari 2012 - 20:30
Kode berita: 293519
Sebenarnya tuduhan adanya keyakinan Syiah mengenai tahrif Al-Qur'an sangat ganjil, sebab Syiah selama ini mengklaim sebagai umat Islam yang berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Ahlul Bait, jika Syiah meyakini adanya perubahan pada Al-Qur'an yang membuatnya tidak orisinil lagi sama artinya Syiah meruntuhkan bangunan aqidah mereka sendiri.
Menurut Kantor Berita Ahlul Bait Abna, Syeikh Fauzi as Saif, direktur Hauzah Ilmiyah Ahsa' dan termasuk salah satu ulama Syiah terpandang Saudi Arabia saat wawancara dengan Jaringan TV al Kautsar menegaskan, "Sebagian TV parabola mengklaim bahwa para ulama Syiah meyakini tahrif (distorsi) Al Quran, padahal sesungguhnya tidaklah demikian".
Beliau menyatakan: Terdapat riwayat yang berbau tahrif dalam kitab hadis Syiah dan juga Ahlussunnah, namun perlu digarisbawahai bahwa semua riwayat ini tidak muktabar dan menerima riwayat ini sama dengan menolak penegasan gamblang Al Qur'an perihal tidak mungkinnya terjadi tahrif. Pengikut Syiah sendiri sama sekali tidak meyakini tahrif Al Qur'an.
Beliau lebih lanjut menambahkan, "Karena para imam Ahlul Bait as adalah kepanjangan misi kenabian Rasul saww dan mereka adalah salah satu sumber terpercaya dalam menafsirkan Al Qur'an maka kaum Syiah mengambil pemahaman agamanya dari mereka, sedangkan para imam Ahlul Bait sendiri berulangkali menegaskan perihal tidak terjadinya tahrif Al Qur'an."
Syeikh Fauzi as Saif menambahkan, "Ahlul Bait as adalah penyebab terjaganya sunah nabawi. Bila saja Ahlul Bait as tidak bekerja keras dalam menjaga sunah nabawi dan pasca Imam Ali, para imam yang lain tidak melanjutkan usaha menjaga sunah nabawi maka sunah nabawi akan hilang dan sirna, sehingga dampaknya adalah kaum Muslimin tidak memiliki dalil dan dokumentasi (sunah) yang dapat menjadi sandaran."
Syubhat adanya keyakinan tahrif Al-Qur'an di kalangan Syiah telah berhembus beratus-ratus tahun lamanya, meskipun telah mendapat bantahan dari ulama-ulama Syiah. Sebenarnya tuduhan tersebut sangat ganjil, sebab Syiah selama ini mengklaim sebagai umat Islam yang berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Ahlul Bait, jika Syiah meyakini adanya perubahan pada Al-Qur'an yang membuatnya tidak orisinil lagi sama artinya Syiah meruntuhkan bangunan aqidah mereka sendiri.