14 Januari 2012 - 20:30

Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad mengutuk aksi teror terhadap seorang ilmuwan nuklir Iran dan menyebutnya sebagai tindakan balas dendam oleh kekuatan hegemonik yang gagal untuk menghambat kemajuan negaranya.

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad mengutuk aksi teror terhadap seorang ilmuwan nuklir Iran dan menyebutnya sebagai tindakan balas dendam oleh kekuatan hegemonik yang gagal untuk menghambat kemajuan negaranya."Pembunuhan terhadap ilmuwan Iran merupakan indikasi dari kegagalan kekuatan global yang egois, di mana mereka sangat menyadari kekalahannya terhadap kemajuan ilmiah Iran, politik dan terobosan ekonomi negara ini. Oleh sebab itu, untuk membalas frustrasi mereka kepada bangsa Iran mereka terpaksa melakukan hal itu, " kata Presiden Ahmadinejad pada Jumat (13/1) dalam pesan belasungkawanya atas meninggalnya ilmuwan nuklir Iran Mostafa Ahmadi Roshan.

Presiden Ahmadinejad mengutuk kekuatan-kekuatan hegemonik dan Zionisme global terhadap permusuhan dan pembunuhan yang tidak manusiawi itu. Ditambahkannya, asumsi kekuatan-kekuatan hegemonik yang menganggap bahwa pembunuhan keji ini dapat menghambat kemajuan Iran adalah salah.

Lebih lanjut, Ahmadinejad mengatakan, tindakan tersebut tidak hanya gagal untuk menghentikan kemajuan Iran dalam pembangunan, namun tindakan mereka justru akan memperkuat tekad bangsa Iran dalam membuat terobosan yang lebih ilmiah.

Di dalam pernyataannya, Presiden Iran juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Mostafa Ahmadi Roshan.

Pada Rabu (11/1), seorang pengendara motor yang tidak diketahui memasang sebuah bom magnet ke mobil Ahmadi Roshan yang berada di dekat bangunan Universitas Allameh Tabatabaei di Tehran. Akibat ledakan bom tersebut, Ahmadi Roshan tewas di tempat dan sopirnya yang mengalami luka parah, meninggal beberapa jam kemudian di rumah sakit.

Mostafa Ahmadi Roshan adalah lulusan teknik kimia di Universitas Teknologi Sharif  dan menjabat sebagai wakil direktur pemasaran di fasilitas nukli Natanz Iran.

Menurut laporan, Ahmadi Roshan baru-baru ini bertemu inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sebuah fakta yang mengindikasikan bahwa IAEA telah membocorkan informasi tentang fasilitas nuklir Iran dan para ilmuwannya.

Ahmadi Roshan bukanlah ilmuwan nuklir pertama Iran yang menjadi korban serangan teroris.Pada bulan November, 2010, Majid Shahriari, ilmuwan lain, tewas dalam serangan teroris dan Dr Fereydoun Abbasi, Kepala Organisasi Energi Atom Iran saat ini, mengalami luka-luka.Profesor Masoud Ali Mohammadi, seorang sarjana di Universitas Tehran juga dibunuh oleh bom sepeda motor di ibukota Iran pada Januari 2010.