8 Januari 2012 - 20:30

Presiden Iran tiba di ibukota Venezuela Caracas pada fase pertama safarinya ke beberapa negara Amerika Latin. Mahmoud Ahmadinejad disambut oleh Wakil Presiden Elias Jaua Venezuela setibanya di Bandara Maiquetía di Caracas pada hari Ahad (8/1).

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Iran tiba di ibukota Venezuela Caracas pada fase pertama safarinya ke beberapa negara Amerika Latin. Mahmoud Ahmadinejad disambut oleh Wakil Presiden Elias Jaua Venezuela setibanya di Bandara Maiquetía di Caracas pada  hari Ahad (8/1).

Ahmadinejad dijadwalkan bertemu dengan sejawatnya dari Venezuela Hugo Chavez dan pejabat senior negara Amerika Latin itu. Dia juga akan menandatangani beberapa kontrak dan meresmikan sejumlah proyek.

 Sebelum bertolak ke Caracas, Ahmadinejad Ahad (8/1) menyinggung tujuan lawatannya ke kawasan Amerika Latin. "Kami bersama akan mengkaji konspirasi imperialis dalam mengintervensi negara lain dan kehadiran militer mereka di negara tersebut demi mensukseskan skema anti-imperialisme jangka panjang," tegas Ahmadinejad.

Selama lima hari perjalanan resminya ke sejumlah negara Amerika Latin, presiden Iran akan membahas hubungan bilateral dan isu-isu regional dan internasional dengan para pemimpin Amerika Latin. Presiden Ahmadinejad juga dijadwalkan akan menghadiri upacara pelantikan kembali pemimpin Nikaragua Daniel Ortega.

Sebelumnya, AS memperingatkan negara Amerika Latin terkait perluasan hubungan diplomatik dan bisnis dengan Republik Islam Iran.

"Kami mengingatkan negara-negara di seluruh dunia yang sekarang meningkatkan hubungan dengan Iran,' kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland Jumat (6/1).

Sementara itu, Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR-AS, Ileana Ros-Lehtinen menyatakan bahwa safari mendatang presiden Iran ke Amerika Latin merupakan bukti berkembangnya kepentingan Tehran berkembang di kawasan tersebut.

"Keinginan Ahmadinejad untuk memperkuat hubungan multilateral dengan penguasa anti-Amerika dan memperluas pengaruh Iran di Belahan Barat secara langsung mengancam kepentingan keamanan AS," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Ini adalah ancaman yang tidak dapat diabaikan,' kata Ros-Lehtinen.

Dia juga berjanji untuk menggelar dengar pendapat dengan pemerintahan Obama tentang masalah ini untuk mendiskusikan apa yang harsu dilakukan Washington menghadapi kekuatan Iran di Belahan Barat.

Dalam beberapa tahun terakhir, empat pemimpin negara Amerika Latin meningkatkan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Iran. Sebaliknya, hubungan mereka dengan Amerika Serikat semakin dingin, karena masyarakat dan pemerintah di empat negara itu semakin gencar menuntut diakhirinya ketergantungan terhadap Washington.