6 Januari 2012 - 20:30

Gerakan perlawanan Hizbullah Libanon telah mengecam Amerika Serikat dan 'tentara bayaran' atas gelombang baru kekerasan mematikan di Irak.

Menurut Kantor Berita ABNA, gerakan perlawanan Hizbullah Libanon telah mengecam Amerika Serikat dan 'tentara bayaran' atas gelombang baru kekerasan mematikan di Irak.

Hizbullah mengeluarkan pernyataan pada Selasa, membanting Washington untuk melakukan "kejahatan teroris" di Irak, media Lebanon melaporkan.

Dalam sebuah referensi untuk ledakan mematikan di Irak Senin, gerakan perlawanan Libanon mengatakan bahwa "AS dan agen-agennya di belakangnya kejadian itu.

 "Agen-agen tidak ingin rakyat Irak untuk bersukacita dengan melihat pasukan pendudukan AS mundur dari Irak," tambah pernyataan itu.

"Mereka berusaha menciptakan teror dan ketidakamanan di Irak."

Hizbullah menyatakan "belasungkawa kepada keluarga korban" dan meminta rakyat Irak untuk "memperkuat kesatuan nasional mereka."

Pada hari Senin, 13 pemboman kota-kota Irak mentargetkan beberapa gelombang kekerasan terburuk di negara Timur Tengah selama bulan terakhir. Setidaknya 76 orang tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka dalam serangkaian serangan bom di kota-kota Irak yang berbeda.

Pemboman dan bentuk lain kekerasan telah menjadi kejadian hampir setiap hari di Irak, dalam beberapa bulan terakhir karena pemerintah AS tidak lagi merahasiakan keinginannya yang kuat untuk memperpanjang kehadiran militernya di negara yang dilanda perang setelah tanggal penarikan Desember 2011.