25 Desember 2011 - 20:30

"Memang benar bahwa Muammar Gaddafi dan anak-anaknya tidak akan lagi memiliki tempat di Libya masa depan, tetapi mereka masih bertekad untuk mengacaukan dan menyebabkan banyak kekhawatiran."

Menurut Kantor Berita ABNA, Mustafa Abdul Jalil Kepala Dewan Transisi Nasional Libiya mengatakan, anak-anak mantan diktator Libya Muammar Gaddafi yang masih hidup bertekad untuk mengacaukan negara Libya, Sabtu kemarin (24/12).

"Memang benar bahwa Muammar Gaddafi dan anak-anaknya tidak akan lagi memiliki tempat di Libya masa depan, tetapi mereka masih bertekad untuk mengacaukan dan menyebabkan banyak kekhawatiran," katanya tanpa merinci.

Ia berbicara kepada anggota pemerintah dan rakyat Libya pada kesempatan ulang tahun ke-60 kemerdekaan negara itu, yang dirayakan oleh Libya untuk pertama kalinya dalam 40 tahun.

Istri kedua Gaddafi, Safiyah, anak perempuan Gaddafi Aisyah, Muhammad dan Hannibal telah berada di Aljazair sejak akhir Agustus bersama dengan beberapa anggota keluarga lainnya, sementara anak Gaddafi yang lain, Saadi, telah menemukan tempat perlindungan di Niger.

Pada akhir November lalu, Aisyah Gaddafi menyerukan rakyat Libya menggulingkan pemerintah baru Libya, dalam pesan audio yang disiarkan oleh saluran televisi berbasis Suriah Arrai.