Menurut Kantor Berita ABNA, Ali Hasan seorang pengamat politik dari Qutaif mengatakan, "Aksi unjuk rasa yang gencar dilakukan warga Qutaif belakangan ini dipicu oleh ketidak adilan pihak penguasa yang menelantarkan mereka sebagai warga Negara."
"Selain itu mereka juga meminta agar kerajaan Saudi tidak ikut campur dengan urusan dalam negeri Bahrain dan segera menarik pasukan militer Saudi dari Bahrain." Lanjutnya.
Beliau selanjutnya menegaskan, "Keluarga Saudi hendak melakukan tekanan yang lebih dasyhat kepada kami agar menghentikan aksi-aksi damai ini, namun mereka harus tahu bahwa sampai akhir nafas kami akan tetap bertahan pada prinsip dan tuntutan kami. Semakin mereka menekan kami, jumlah kami akan semakin besar."
"Dunia melihat sendiri bagaimana pihak keamanan Saudi menyerang kami dengan tank-tank, menembak dengan peluru tajam dan melempari kami bom, bahkan mereka memang tampak menjadikan dada-dada kami sebagai sasaran tembak, namun sebagai Syiah kami tidak memiliki rasa takut dan gentar sedikitpun." Tegasnya.
Dikabarkan pula, warga Syiah Qutaif juga menuntut dibebaskannya warga Syiah yang mendapat penangkapan yang semena-mena oleh pemerintah Saudi. Ada sekitar 9 warga Syiah yang ditangkap sejak 17 tahun lalu, dan sampai sekarang tidak diketahui kabarnya. Warga Qutaif menegaskan lewat pernyataan-pernyataan aksi mereka bahwa mereka tidak akan surut kebelakang dalam memperjuangkan hak-hak dan tuntutan mereka, merekapun menegaskan siap mencapai kesyahidan dalam perjuangan itu.