Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Al Uzhma Shafi Gulpaghani dalam pertemuannya dengan sejumlah ruhaniawan dan beberapa pejabat militer Republik Islam Iran menyatakan, "Hari ini kita mencapai kemajuan dalam bidang pertahanan nasional yang sangat berbeda dengan pencapaian beberapa dekade sebelumnya. Kemajuan dan keberhasilan ini tentu saja berkat karunia dan anugerah dari Allah SWT yang diberikanNya melalui perjuangan keras berbagai pihak."
Selanjutnya beliau berkata, "Militer sudah sepatutnya bukan sekedar tentara biasa yang tugasnya hanya menjaga kedaulatan dan keamanan negeri. Namun mereka harus mematrikan diri bahwa pada hakekatnya mereka adalah tentara Imam Zaman afs. Tugas mereka jauh lebih luas, mereka harus selalu siap sedia untuk menjaga tegaknya wilayah, hukum Islam dan kedaulatan Negara Islam dan mampu membuat para musuh senantiasa dalam keadaan khawatir dan takut."
Ulama marja taklid ini kemudian lebih lanjut berkata, "Jika sekiranya ruhiyah keimanan kepada Allah SWT tidak dimiliki oleh pasukan militer kita, kita tidak akan pernah mencapai kemerdekaan dan kebebasan. Ruh keimananlah yang menjadi penyebab rakyat Iran bersama militer bersatu untuk mengusir pengaruh asing dinegeri ini. Yang dengan keimanan itu pula mereka mendukung tegaknya syariat di negeri ini, menjaga dan menjalankannya sampai akhirnya mencapai kemenangan revolusi Islam. Dan segenap keberhasilan dan kesuksesan tersebut harus senantiasa kita jaga dan pelihara, dan untuk menjaganya tetap dibutuhkan keimanan pula."
"Kecintaan rakyat terhadap Islam dan kebencian mereka terhadap kezaliman menjadi faktor penting penyebab keberhasilan revolusi Islam di negeri ini. Dan kemenangan revolusi Islam tersebut tidak dapat dipungkiri menjadi pemicu kebangkitan Islam di Negara-negara lain. Kita bisa melihat pengaruh revolusi Islam Iran sampai hari ini. Dimana beberapa Negara mayoritas berpenduduk muslim bangkit menggulingkan tirani-tirani yang zalim." Tegas beliau.
Ayatullah Shafi Gulpaghani dalam bagian lain ceramahnya menyatakan, "Kehadiran ruhaniawan di tengah-tengah militer adalah sesuatu yang penting. Yang dengan kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan pencerahan dan bimbingan mengenai aqidah Islam di tengah-tengah saudara-saudara kita yang bertugas sebagai tentara sehingga mereka dalam melakukan pekerjaannya berbasis Ilahi dan memiliki kemerdekaan dalam berpikir serta kekuatan iman yang tangguh."
Ayatullah Shafi Gulpaghani selanjutnya menekankan, "Kehadiran ruhaniawan dalam memberikan bimbingan spritual kepada pejabat dan anggota militer adalah penyebab semakin kuatnya militer dan penghalang datangnya faktor kelemahan. Ketika ruhaniawan hadir dalam memberikan bimbingannya, akan banyak kelemahan yang dengan kehadirannya tersebut menjadi hilang dan kekuatan menjadi bertambah. Karena kehadiran ruhaniawan memberikan keberkahan dan kenangan manis di tengah-tengah masyarakat. Kehadiran ruhaniawan di tengah-tengah militer menjadi penyebab semakin kuatnya semangat beragama dan semakin gigihnya semangat untuk menjaga kedaulatan Republik Islam Iran. Karenanya ruhaniawanpun harus mengetahui kedudukan dan peran mereka yang begitu penting di negeri ini. Mereka harus mampu menjalankan perannya dengan baik dan memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya. Mereka harus mampu menunjukkan akhlak yang baik dan tindak tanduk yang terpuji agar masyarakat mampu mengambil pelajaran dari apapun yang mereka lakukan."
"Kewajiban yang berada di pundak-pundak ruhaniawan sangatlah berat. Mereka harus tahu kondisi dan situasi dimana mereka sedang berdakwah. Berdakwah ditengah-tengah masyarakat umum jelas berbeda dengan memberikan bimbingan kepada anggota militer. Ruhaniawan tidak boleh berdakwah seenaknya tanpa memperhatikan kondisi mereka yang didakwahi. Rasulullah saww adalah teladan terbaik dalam hal berdakwah dan membimbing masyarakat. Beliau menempatkan keindahan akhlak dalam dakwahnya sehingga siapapun menjadi tertarik dan terpikat dengan apa yang disampaikannya." Jelas ulama marja taklid tersebut.
Beliau kemudian merujuk kepada surah Ali Imran ayat 159 dan berkata, "Keberhasilan Nabi saww dalam dakwahnya adalah karena keindahan perilaku dan akhlaknya. Yang dengan itu Nabi saww mampu membangun kekuatan besar yang sampai akhirnya mampu mendirikan sebuah daulah dan kaum muslimin mampu berpegang teguh dengan nilai-nilai agama. Nabi saww dalam menghadapi orang-orang yang tidak beradab dan memusuhi dakwahnya sangat bersabar bahkan membalas keburukan mereka dengan kebaikan. Jika sekiranya Nabi berlaku kasar dan keras niscaya banyak orang yang akan menjauhi dakwahnya."
Guru besar Hauzah Ilmiyah Qom tersebut dalam pembicaraannya dengan ruhaniawan yang ditugaskan untuk membimbing di kalangan militer menyatakan, "Kalian para ruhaniawan yang mulia, telah ditugaskan untuk mendampingi saudara-saudara kalian dari kalangan militer. Manfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Berinteraksi dan berhubungan baiklah dengan mereka sebab mereka sama halnya dengan kalian, sama-sama sebagai pencinta Ahlul Bait. Jalinlah persaudaraan yang erat dengan mereka."
Ayatullah Shafi Gulpaghani lebih lanjut menasehatkan, "Bimbinglah mereka dengan penuh keseriusan dan kesungguhan. Sebab mereka adalah orang-orang yang begitu penting perannya dalam Islam. Mereka senantiasa harus siaga menghadapi musuh dan menjaga kedaulatan Negara Islam. Berhubungan baiklah dengan mereka sehingga mereka mampu memahami secara maksimal apa yang kalian sampaikan. Kalian adalah wakil dari para ruhaniawan yang ada untuk secara khusus membimbing dan mendampingi mereka untuk mengenali ajaran agama mereka dengan lebih baik."
Berkaitan dengan bulan Muharram yang sebentar lagi datang, Ayatullah Shafi Gulpaghani menyatakan belasungkawanya. "Semua keberkahan dan keberhasilan yang kita capai adalah berkat keberkahan bulan Muharram, karenanya Muharram tidak boleh dilewatkan begitu saja." Jelasnya.
Beliau menilai bulan Muharram adalah sebaik-baiknya kesempatan untuk lebih memperkenalkan mazhab Ahlul Bait. Beliau berkata, "Bulan Muharram memiliki nilai strategis yang begitu penting bagi umat Syiah. Tidak bisa dipungkiri peran bulan Muharram yang begitu besar terhadap perkembangan dan kemajuan Syiah. Dari dulu sampai sekarang banyak keberkahan yang diperoleh masyarakat dengan masuknya bulan Muharram. Karenanya kehadiran bulan Muharram harus kita manfaatkan sebaik-baiknya." Beliau lebih lanjut mengibaratkan Muharram seperti universitas besar yang banyak mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan kepada umat manusia. Beliau berkata, "Kelas-kelas universitas ini dari mulai memasuki bulan Muharram sampai akhir bulan terus berlanjut. Dan orang-orang yang terdidik oleh universitas tersebut memiliki kekuatan lebih untuk menghadapi serangan-serangan syaitan di bulan-bulan berikutnya."
Ayatullah Shafi Gulpaghani menambahkan, "Alhamdulillah, cahaya Asyura terus berpijar, yang semenjak dahulu sampai saat ini para musuh terus berupaya sebisa mungkin untuk memadamkannya. Cahaya Asyura adalah juga cahaya Allah yang tidak akan pernah padam dan tidak akan ada yang akan mampu memadamkannya."
Dipenghujung ceramahnya, Ayatullah Shafi Gulpaghani mengingatkan, "Hari ini kewajiban kita adalah menjaga syiar Asyura sampai kedatangan imam Zaman yang kita nanti-nantikan."