Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam Syaikh Amin Jaula salah seorang pengurus Majma Jahani Ahlul Bait asal Zimbabwe dalam kunjungannya ke Teheran untuk menghadiri Konferensi ke lima Majma Jahani Ahlul Bait sempat diwawancarai Tim ABNA. Beliau selain sebagai ulama yang senantiasa berdakwah di beberapa Negara Afrika juga sebagai penulis. Dalam wawancara singkat dengan beliau diketahui bahwa buku-buku yang ditulisnya bukan hanya dari kalangan umat Islam yang mampu mengambil manfaat namun juga dari golongan non muslim.
Berikut hasil wawancara singkat tim ABNA dengan tokoh muslim Afrika tersebut.
ABNA: Silahkan anda memperkenalkan diri.
Saya adalah Syaikh al Amin Jaula dari Negara Zimbabwe. Saya bergabung dengan Majma Jahani Ahlul Bait sejak tahun 1994. Saya bersyukur kehadirat Allah dengan kehadiran organisasi ini yang telah menghimpun ulama-ulama dan tokoh-tokoh Syiah yang tersebar di berbagai Negara namun dapat berkumpul dan membincangkan persoalan-persoalan terkini yang dihadapi umat Syiah dan umat Islam secara umum. Hal khusus lainnya, kita sesama penganut Syiah bisa saling bertemu dan saling mengenal satu sama lain, serta bisa saling sharing dan belajar mengenai mazhab Ahlul Bait yang masih banyak umat Islam yang tidak mengenal dengan baik mazhab suci ini, bahkan tidak mengenal Ahlul Bait Nabi sama sekali. Hanya karena berprasangka buruk, bahwa pencinta Ahlul Bait adalah Syiah dan umat Syiah bukan termasuk golongan umat Islam sehingga mereka justru melalaikan diri untuk mengenal Ahlul Bait Nabi as. Padahal sesungguhnya Nabiullah Muhammad saww sendiri yang memerintahkan umat Islam untuk menjadi pengikut dan pecinta Ahlul Bait. Nabi sendirilah yang menamai pengikut Ahlul Bait sebagai Syiah. Bahkan nabi-nabi sebelumnya juga memiliki Syiah mereka masing-masing, yang setia mengikuti dan menaati ajaran para nabi.
Oleh karena itu, benar-benar sangat disayangkan jika kita menerima pendapat mayoritas masyarakat yang mengharuskan diri untuk memberi penghormatan dan pemuliaan kepada keluarga dan keturunan raja-raja namun tidak menerima jika keluarga dan keturunan Nabi dihormati dan diagungkan. Padahal pada hakekatnya, keluarga raja dan keluarga nabi tidak bisa dibandingkan. Keluarga nabi jauh lebih mulia dari keluarga raja manapun. Karenanya aneh, jika ada yang menuduh dan memfitnah Syiah keluar dari Islam hanya karena memberi pengagungan lebih kepada keluarga dan keturunan Nabi saww.
ABNA: Sebagaimana yang kami ketahui bahwa pekerjaan utama anda di Zimbabwe adalah mendakwahkan ajaran-ajaran Syiah. Coba ceritakan kepada kami perjalanan dakwah anda, dan pengalaman apa yang paling berkesan selama anda berdakwah?
Yang paling berkesan adalah sewaktu saya melakukan dialog agama dengan tokoh Kristiani dan saya memperkenalkan Islam kepadanya. Saya mengatakan bahwa agama Islam adalah agama suci yang tidak mengalami perubahan dan otak-atik manusia, ada bukan sejak nabi Muhammad namun nabi Isa as yang dipertuhankan oleh umat Kristinai pada hakekatnya adalah seorang muslim juga. Selanjutnya saya katakan, bahwa untuk membuktikan pernyataan saya tersebut, saya tidak harus merujuk dari Al-Qur'an tetapi dari kitab umat Kristiani sendiri yakni kitab Injil. Sayapun kemudian memperlihatkan dalam kitab Injil ajaran-ajaran yang sama dengan keyakinan umat Islam bahkan shalatnya nabi Isa as sama dengan yang umat Islam lakukan.
Begitupula ketika berdialog dengan ulama Ahlus Sunnah. Saya menggunakan hujjah dengan kitab-kitab yang ditulis ulama mereka sendiri, seperti Shahih Bukhari dan Shahih Muslim untuk membuktikan kebenaran mengenai keutamaan Ahlul Bait, keharusan berwilayah terhadap Amirul Mukminin dan para keturunannya.
ABNA: Mengenai keadaan umat Syiah Zimbabwe sendiri, tolong ceritakan kepada kami.
Syukur Alhamdulillah. Umat Syiah di Zimbabwe bebas dan aman untuk berinteraksi. Salah satu alasannya karena pemerintahan kami mengikuti iklim keterbukaan dan kebebasan sebagaimana di Amerika dan Negara-negara Barat. Pemerintah tidak mempersoalkan kesyiahan kami, bahkan mayoritas warga Zimbabwe begitu mengenal Iran dan mengaguminya sebagai sebuah Negara besar dan kuat yang pada saat yang sama mereka juga mengetahui bahwa penduduk Iran mayoritasnya adalah Syiah. Oleh karenanya, upaya kelompok Wahabi untuk melemahkan perkembangan Syiah di Zimbabwe tidak memiliki jalan. Bahkan untuk sekedar memiliki pengaruh ditengah-tengah masyarakat mereka sampai kewalahan.
ABNA: Terimkasih atas waktunya.