Menurut Kantor Berita ABNA, Hadhrat Ayatullah Al Uzhma Alawi Ghurgani mengutuk keras tindakan teror terhadap umat Syiah Pakistan yang melenyapkan puluhan nyawa warga Syiah Queeta. Berikut pernyataan resmi beliau:
Bismihi ta'ala
Allah SWT berfirman, " و ما تنقم منا الا ان امنا بآیات ربنا لما جائتنا ربنا افرغ علينا صبرا و توفنا مسلمين"
"Dan tidaklah kalian marah kepada kami melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami, ketika sampai kepada kami". (Mereka berdoa): "Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, dan matikanlah kami dalam keadaan Islam".
Kabar terbunuhnya sejumlah warga Syiah yang terzalimi di Pakistan di tangan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab telah menimbulkan kedukaan yang mendalam di hati-hati orang yang mendambakan perdamaian dan persatuan umat Islam.
Korban yang bergelimpangan selalu saja dari kalangan Syiah. Kesalahan para syuhada ini hanyalah karena berpegang kepada mazhab Syiah. Peristiwa biadab ini menunjukkan bahwa kelompok teroris tersebut bertindak tanpa rasionalitas untuk mencapai tujuan mereka. Dan kita mengutuk serta mengecam aksi tidak berprikemanusiaan tersebut.
Disertai rasa duka yang mendalam, kepada imam Zaman afs, para ulama dan marja taklid, serta Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dan kepada keluarga korban serta seluruh rakyat Pakistan saya mengucapkan turut berbela sungkawa atas terjadinya tragedi tersebut. Kepada pihak keamanan dan kepolisian Pakistan kami meminta agar mengusut tuntas kejadian tersebut sehingga diharapkan kejadian-kejadian seperti itu tidak akan terulang lagi dimasa yang akan datang.
Muhammad Ali Alawi Ghurghani
13 Mehr 1390 HS
Sebagaimana yang diberitakan di media ini sebelumnya, bus yang ditumpangi sekitar 20 orang warga Syiah Queeta dalam perjalanan menuju Hezar Ganjeh dihentikan oleh sekelompok orang di kawasan Akhtar Abad. Mereka secara paksa diminta turun dari bus, dibariskan dan tangan mereka diikat. Akhir dari penyerangan tersebut, 14 orang diantaranya meninggal dunia dan beberapa orang lainnya mengalami luka yang cukup parah.
Satu bulan sebelum kejadian tersebut, diberitakan pula kelompok teroris dengan modus operandi yang sama menyerang bus yang ditumpangi peziarah Pakistan yang hendak berziarah ke makam Hadhrat Imam Ridha as di Iran. 30 orang dari penumpang bus tersebut harus kehilangan nyawa akibat serangan kelompok teroris tersebut. Sayangnya, meskipun kejadian yang sama sering berulang, pihak keamanan Pakistan belum mengambil tindakan tegas dan upaya pencegahan apapun.