15 September 2011 - 19:30

"Syiah hakekatnya adalah Islam itu sendiri. Setiap penjelasan dan penafsiran mengenai Islam harus merujuk kepada apa yang dipahami dan diajarkan oleh Ahlul Bait Nabi. Dan hanya Syiahlah yang berupaya sungguh-sungguh mengambil segenap ilmu Islam itu dari Ahlul Bait."

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Hadi Tehrani dalam rapat komisi bagian politik Muktamar ke 5 Majma Jahani Ahlul Bait mengangkat tema "Kebangkitan Islam" dalam pembicaraannya. Beliau mengatakan, "Tanpa diragukan lagi, kebangkitan Islam adalah salah satu wacana terpenting dalam dunia pemikiran Syiah."

Beliau kemudian menambahkan, "Berkebalikan dengan pemikiran sebagian besar Ahlus Sunnah, perlawanan terhadap kezaliman tidak memiliki tempat dalam perjuangan dan gerakan politik mereka. Dalam hal perlawanan terhadap kezaliman dan penegakan nilai-nilai keadilan, mazhab Syiah adalah yang terdepan dibanding mazhab lainnya dalam Islam.”

"Kebangkitan Islam yang saat ini melanda kawasan Afrika Utara dan sebagian dari Negara Timur Tengah sedikit banyaknya dipengaruhi oleh kebangkitan Islam yang dipelopori oleh rakyat Iran yang notabenenya mayoritas bermazhab Syiah. Dipungkiri atau tidak nilai-nilai perlawanan dan perjuangan menentang kezaliman yang diajarkan dalam mazhab Syiah merembes dan mempengaruhi sebagian besar tokoh-tokoh revolusioner muslim". Ungkapnya.

Ayatullah Hadi Tehrani lebih lanjut menjelaskan, "Musuh-musuh Islam dengan sekuat tenaga berupaya untuk menyembunyikan hakekat kebenaran ini bahwa revolusi rakyat Iran tidak ada kaitannya dengan kebangkitan Islam melainkan hanya berupa kebangkitan sektarian bahkan berbahaya bagi dunia Islam yang mayoritas bermazhab Sunni. Namun betapapun gigihnya usaha mereka, kegemilangan revolusi Islam Iran tampak jelas dihadapan semua orang."

Dalam pembahasan lain dibagian lain pembicaraannya, beliau menekankan bahwa Syiah sesungguhnya bukanlah salah satu mazhab diantara mazhab-mazhab lainnya yang ada. Beliau berkata, "Syiah hakekatnya adalah Islam itu sendiri. Setiap penjelasan dan penafsiran mengenai Islam harus merujuk kepada apa yang dipahami dan diajarkan oleh Ahlul Bait Nabi. Dan hanya Syiahlah yang berupaya sungguh-sungguh mengambil segenap ilmu Islam itu dari Ahlul Bait."

Pengajar Hauzah Ilmiyah Qom ini menambahkan, "Pemikiran Wahabi yang senantiasa mengkafirkan golongan lain, adalah kelompok yang minoritas dalam Islam. Namun sangat disayangkan, dengan berbagai modal dan pengaruh yang mereka miliki, mereka mendakwahkan diri sebagai Islam itu sendiri dan menafikan mazhab-mazhab yang lain. Padahal dalam banyak hal, pemikiran-pemikiran dan aqidah mereka bukan hanya bertentangan dengan kelompok-kelompok lain, tapi juga bahkan bertentangan dengan Islam itu sendiri."

Dibagian akhir pembicaraannya beliau menekankan pentingnya penyebaran dakwah Ahlul Bait dengan lebih getol untuk mengimbangi aktivitas dakwah kelompok Wahabi yang banyak menimbulkan konflik dan pergeseran dalam dunia Islam.