Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Nashir Makarim Syirazi dalam penyampaian khutbah idul fitrinya di Kompleks Haram Sayyidah Fatimah Maksumah dengan penuh keyakinan menyatakan, "Kebangkitan Islam dekade ini akan mengubur kesombongan dan keangkuhan Negara Amerika Serikat, Israel dan sekutu-sekutunya."
Kemudian ulama marja taklid ini menyatakan ketakwaan adalah sebaik-baiknya bekal dalam perjalanan menuju akhirat, beliaupun menghimbau kepada segenap kaum muslimin untuk semakin meningkatkan ketakwaannya kepada Allah swt.
Di bagian lain ceramahnya Ayatullah al Uzhma Nashir Makarim Syirazi menyatakan kalimat takbir "Allahu Akbar" adalah penyebab kemenangan umat Islam diberbagai tempat dan kondisi. Beliau berkata, "Kemenangan kaum muslimin atas musuh-musuhnya karena memiliki kalimat takbir Allahu Akbar yang menjadi penyemangat tersendiri dan sebuah spirit bahwa selain Allah semuanya kecil."
Beliau menyebut hari kebahagiaan Idul Fitri adalah hari berseminya penghambaan kepada Allah swt. Ulama marja taklid ini berpesan, "Berhati-hatilah, jagalah tanah pohon ketakwaan yang telah kita tanam selama Ramadhan untuk tidak kering, agar pohon ketakwaan itu tidak layu. Apa yang telah kita capai dalam Ramadhan tahun ini harus terus kita jaga sepanjang tahun, sampai kemudian insya Allah dipertemukan kembali oleh Allah pada bulan Ramadhan tahun selanjutnya."
Ulama menjadi guru besar di Hauzah Ilmiyah Qom ini lebih lanjut menasehatkan, "Jagalah persahabatan, keakraban, kekeluargaan dan silaturahmi yang selama ini telah terjalin, di luar bulan Ramadhan jangan sampai kesemuanya itu terputus dan berakhir, begitu pula dengan amalan-amalan kebaikan yang dilakukan selama bulan Ramadhan jangan sampai ditinggalkan pasca berakhirnya Ramadhan, malah justru harus lebih ditingkatkan."
Mengenai pencapaian kemajuan pesat yang dialami Republik Islam Iran dalam berbagai bidang utamanya dalam bidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan tekhnologi, bidang kedokteran dan lain-lain beliau berkata, "Tidak diperkenankan seorangpun dalam pencapaian kemajuan ini menyatakan diri sebagai orang yang paling berjasa dalam keberhasilan ini, sebab keberhasilan ini adalah hasil upaya dan kerjasama semua pihak dan merupakan keberkahan dari lahirnya Republik dan tatanan Islam yang sepanjang 32 tahun dijaga dan dipertahankan dengan baik."
Selanjutnya dalam masalah sosial dan budaya, masalah penggunaan hijab menjadi salah satu kekhawatiran ulama besar ini. Beliau berkata, "Masalah hijab bukan masalah sederhana yang berkaitan dengan masalah individu belaka melainkan ini merupakan masalah sosial. Pihak-pihak yang menentang wajibnya penggunaan hijab di Negara Islam sama halnya menentang tatanan Islam itu sendiri." "Penjaga penegakan syariat Islam di negeri ini adalah rakyat, karenanya jika rakyat sendiri telah melalaikan dan mengabaikan upaya tegaknya syiar-syiar Islam maka tidak ada lagi yang bisa diharapkan demi tegaknya nilai-nilai Islam di negeri ini." Katanya.
Dipenghujung ceramahnya, Ayatullah al Uzhma Nashir Makarim Syirazi mengingatkan pentingnya akhlak untuk dibina dan dijaga. "Menyelesaikan masalah moral tidak boleh dengan kekerasan dan paksaan, semua pihak khususnya civitas akademika universitas, hauzah ilmiyah dan tempat-tempat sentral ilmu lainnya harus memperhatikan dengan serius hal ini."