14 Juli 2011 - 19:30

Penyair muda Bahrain Ayat Al Qarmazi (20) telah mengadakan wawancara dan jumpa pers untuk yang pertama kalinya setelah dibebaskan dari penjara. Wawancara singkat Ayat Al Qarmazi di hadapan beberapa wartawan tersebut di muat di situs Youtube dan dalam waktu singkat telah dilihat jutaan pengguna internet.

Menurut Kantor Berita ABNA, penyair muda Bahrain Ayat Al Qarmazi (20) telah mengadakan wawancara dan jumpa pers untuk yang pertama kalinya setelah dibebaskan dari penjara. Wawancara singkat Ayat Al Qarmazi di hadapan beberapa wartawan tersebut di muat di situs Youtube dan dalam waktu singkat telah dilihat jutaan pengguna internet. Dalam wawancara tersebut Ayat Al Qarmazi menjelaskan keadaanya selama mendekam dalam penjara. Dia berkata, "Sebagai tahanan politik, sel saya dibedakan dengan sel kebanyakan tahanan lainnya. Selama dalam sel penjara tersebut, tanpa alasan yang jelas, saya tidak diperkenankan untuk menjalin komunikasi dengan siapapun, bertemu dengan siapapun dan tidak punya hak untuk bertanya apapun."

Ketika ditanyakan mengenai siksaan dan perlakuan yang didapatnya selama mendekam dalam penjara, Ayat Al Qarmazi menjelaskan, "Sel saya ditempatkan di ruang penyiksaan tahanan. Dan suara tahanan yang disiksa benar-benar menyayat hati, dan siksaan tersebut berlangsung sepanjang malam, yang menyebabkan saya sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Bahkan sampai saat ini, suara-suara jeritan tersebut masih juga terdengar di telinga saya."

"Pukulan, tendangan dan terluka telah menjadi hal yang biasa dalam penjara, bahkan beberapa tahanan malah ditempatkan di toilet." Jelasnya.

Ayat Al Qarmazi pun kemudian mengungkapkan kegeramannya atas kejadian-kejadian yang baru saja dialaminya. Ia mengungkapkan bahwa tuntutan rakyat Bahrain untuk mendapatkan pemerintahan demokratik yang bersih dan berkeadilan harus terus dilanjutkan.

"Saya yakin, rakyat Bahrain mampu melewati masa-masa sulit ini, dan mampu kembali membangun Bahrain ini lebih cerah di masa depan, tanpa penindasan dan tanpa perpecahan." Ungkapnya.

Dipenghujung wawancara singkat tersebut Ayat Al Qarmazi menjelaskan, "Saya sebenarnya diminta setelah dibebaskan harus tetap berada dalam rumah, tidak ikut turun ke jalan dengan para demonstran dan tidak boleh melakukan wawancara dengan media pers manapun." Ucapnya sambil tersenyum.